Distribusi Elpiji 3 Kg ke Pengecer di Sidrap Dihentikan, Ini Masalahnya

Rapat dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Sidrap Wahyuddin, Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap Ambo Ela

Distribusi Elpiji 3 Kg ke Pengecer di Sidrap Dihentikan, Ini Masalahnya
amiruddin/tribunsidrap.com
Rapat di ruang Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap, Jl Harapan Baru, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, WATANG PULU - Pemkab Sidrap bersama agen elpiji 3 kg menyepakati menghentikan sementara penyaluran elpiji 3 kg kepada pengecer.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat di ruang Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap, Jl Harapan Baru, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (30/8/2018).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Sidrap Wahyuddin, Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap Ambo Ela, dan empat .agen elpiji di Sidrap.

"Untuk sementara kita sepakati distribusi elpiji 3 kg ke pengecer dihentikan, sampai penjualan elpiji 3 kg normal kembali. Warga yang mau membeli elpiji 3 kg, silakan ke pangkalan," kata Wahyuddin kepada TribunSidrap.com.

Wahyuddin menambahkan, hal tersebut diambil guna mengantisipasi lonjakan harga elpiji 3 kg.

Apalagi kata dia, setelah Disprindag Sidrap turun ke lapangan, ditemukan adanya sejumlah kendala distribusi elpiji 3 kg.

Termasuk pangkalan yang tidak menjual elpiji ke warga, dengan alasan sudah ada yang pesan. Tetapi oknum pemilik pangkalan tersebut malah langsung menjual ke pengecer.

"Kami tidak ingin warga kesulitan memperoleh elpiji. Makanya ke depan kami akan cek ke pangkalan untuk melihat tingkat kebutuhan warga, termasuk melakukan pengawasan ketat bersama stakeholder terkait," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, sejumlah warga di Sidrap mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji 3 kg.

Harga elpiji 3 kg juga diketahui melonjak hingga Rp 30 ribu, dari harga eceran tertinggi Rp 16 ribu.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help