Disperindag Mamuju Sita Puluhan Tabung Elpiji 3 Kg

Penyitaan dilakukan agar ada efek jera dari pemilik pangkalan dan pengecer sehingga tidak semaunya menaikkan harga.

Disperindag Mamuju Sita Puluhan Tabung Elpiji 3 Kg
nurhadi/tribunsulbar.com
Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mamuju bersama dinas terkait, melakukan razia atau penarikan tabung Elpiji 3 kg dari sejumlah agen dan pengecer, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mamuju bersama dinas terkait, melakukan razia atau penarikan tabung Elpiji 3 kg dari sejumlah agen dan pengecer.

Razia itu dilakukan dengan menggandeng kepolisian. Dinas Perindag mengaku geram karena akhir-akhir ini harga elpiji bersubsidi kerap melambung tinggi.

Dari razia yang digelar sejak Selasa (28/8/2018) Disperindag telah menyita puluhan Elpiji dari pangkalan dan pangencer di berbagai tempat dalam wilayah kota Kabupaten Mamuju.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Mamuju, Ahmad Setiawan mengatakan, razia tersebut dilakukan guna meminimalisir tingginya harga gas melon yang kini mencapai Rp 25 ribu per tabung.

"Memang kita butuh aparat kepolisian untuk mendampingi kita saat melakukan razia, 35 tabung gas berhasil kita sita," katanya, Kamis (30/8/2018).

Baca: Elpiji 3 Kg Langka, Disperindag Ancam Putus Usaha Agen dan Pengusaha Nakal

Baca: Beli Elpiji 3 Kg, Warga Watang Sidenreng Sidrap Harus Bawa Kartu Keluarga

Dikatakan, berdasarkan peraturan bupati dan gubernur, untuk tabung gas melon harga jual di pangkalan harusnya Rp 17 ribu, sedangkan pengecer Rp 18 ribu.

"Tabung tersebut subsidi, jadi peruntukannya hanya bagi masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Ahmad mengatakan penyitaan dilakukan agar ada efek jera dari pemilik pangkalan dan pengecer sehingga tidak semaunya menaikkan harga.

Dalam razia tersebut, Disperindang terbagi dua tim. Mereka melakukan pengecekan harga di pangkalan dan para pengecer di Mamuju.

Ahmad juga mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil para pemilik agen dan pangkalan untuk melakukan rapat terkait masih banyaknya gas melon yang dijual tidak sesuai harga yang telah disepakati.

Sementara, pemilik pangkalan di Desa Bambu, Sahabuddin mengaku rumit saat ingin mengorder elpiji yang pembayarannya harus melalui bank.

Ia mengatakan, agen ke pangkalan ada pembatasan order tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. "Kadang juga kalau kita mengorder terlambat masuk," ujarnya.

Pantauan wartawan, saat razia berlangsung, beberapa pemilik pangkalan tak terima tabung mereka disita. Namun pihak Disperdang tetap melakukan untuk menstabilkan harga Elpiji 3 kg di Mamuju.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved