Disdik Sulsel Gagas Literasi Kitab Suci, Sumarsono Sebut Bagian dari Revolusi Mental

Literasi kitab suci kata Soni adalah bagian dari revolusi mental dalam membangun karakter bangsa.

Disdik Sulsel Gagas Literasi Kitab Suci, Sumarsono Sebut Bagian dari Revolusi Mental
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI IBRAHIM
Program literasi Alquran digelar di halaman sekolah SMAN 14 Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (3/8/2018). 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Pendidikan Sulsel kembali mendapat pujian dari Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono.

Hal itu seiring dengan inovasi yang dihadirkan Disdik Sulsel tentang literasi kitab suci, pada tingkat SMA dan SMK se-Sulsel.

Pujian Soni sapaan Pj Gubernur Sulsel ini berlangsung di Gedung Guru, Kantor Disdik Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makasssar, dalam kegiatan Workshop Membangun Generasi Sukses dengan Akhlak Mulia, Kamis (30/8).

Literasi kitab suci kata Soni adalah bagian dari revolusi mental dalam membangun karakter bangsa.

Menurutnya, membentuk ahlak seorang anak memang tak terlihat dengan waktu yang singkat, tapi kelak saat dia besar akan membawa kebaikan bagi keluarga, bangsa dan negaranya.

"Saya kira literasi kitab suci ini tidak hanya fisik, tapi mental dan akhlak mulia seorang anak bakal terbentuk melalui program gemilang dari Disdik Sulsel," kata Soni.

Program Literasi Kitab Suci yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terlaksana di sekolah tingkat SMA dan SMK di Makassar. Seperti halnya di SMA 2 Makassar, Jl Baji Gau, kota Makassar.
Program Literasi Kitab Suci yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terlaksana di sekolah tingkat SMA dan SMK di Makassar. Seperti halnya di SMA 2 Makassar, Jl Baji Gau, kota Makassar. (handover)

"Ini investasi generasi bangsa. Dan yakin hasilnya bisa di lihat 20 tahun kedepan," tambahnya.

Lanjut Soni, ahlak mulia itu dihdirkan sejak dini. Seperti halnya bayi berkualitas itu bersumber dari janin berkualitas, janin berkulitas ibu berkualitas.

Begitu pun dengan pendidikan, jika pendidikan berkualitas di suatu daerah maka akan membawa kebaikan.

"Ini bagian dari kehidupan. Ini adalah pertama di Indonesia," ujar Soni disambut tepuk tangan.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan bahwa literasi kitab suci sengaja dihadirkan Disdik Sulsel untuk pembentukan karakter seorang anak.

"Kita mau lulusan Sekolah di Sulsel tidak hanya tau fisik atau hafal bacaan kitab suci, tapi bagaimana mereka memahami dan mengimplementasikan dilapangan," katanya.

Ia pun menyebutkan nilai mata pelajaran literasi kitab suci ini dinilai dari implementasi dilapangan, bukan hanya sekedar hafal bacaan kitab suci.(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved