Di Hotel Rinra, Tung Desem Waringin Bahas Kecerdasan Pengelolaan Keuangan

Dua hal tersebut menurut Tung begitu sederhana tapi banyak orang yang tak tahu membedakan, yaitu income dan spending.

Di Hotel Rinra, Tung Desem Waringin Bahas Kecerdasan Pengelolaan Keuangan
Fahrizal/tribun-timur.com
Motivator nasional Tung Desem Waringin memotvasi responden pada acara temu apresiasi responden BI, di Maccora Ballroom, The Rinra Hotel Makassar, Rabu (29/8/2018). 

Laporan Wartawan tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menggelar temu apresiasi responden, di Maccora Ballroom, The Rinra Hotel Makassar, Rabu (29/8/2018).

Pada acara tersebut, BI juga menghadirkn menghadirkan motivator nasional Tung Desem Waringin. Motivator yang menulis buku best seller Business Revolution ini membagikan tips dan trik membangun motivasi dalam dunia kerja pada responden BI yang merupakan pelaku usaha yang hadir.

Tung Desem Waringin memotivasi para responden yang hadir dalam menjalankan bisnis, termasuk pengelolaan keuangan.

Salah satu yang diajarkan Tung Desem Waringin adalah tentang kecrdasan keuangan. Ia mengatakan, ada dua hal dalam kecerdasan keuangan yang biasanya tak bisa dibedakan orang hingga mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan.

Dua hal tersebut menurut Tung begitu sederhana tapi banyak orang yang tak tahu membedakan, yaitu income dan spending.

"Income ada tiga, pertama aktif income, passif income, dan juga portfolio income. Sedangkan spending ada empat yaitu Produktif, Konsumtif, tampak produktif padahal konsumtif, dan tampak konsumtif padahal produktif," kata dia.

“Aktif income ini yang diketahui orang satu-satunya, aktif baru dapat income, misalnya kerja ikut orang atau profesional seperti dokter, penyanyi, lawyer, fotographer, pembicara, dan lain-lain yang tidak bisa digantikan orang lain, atau bisnis yang tidak bisa jalan tanpa dia. Kedua passif income, idepun dapat income, ini kecerdasan keuangan,” terangnya.

Lanjut Tung menjelaskan, passif income ini misalnya dari sewa properti kita atau deviden dari saham, income dari royalty buku, properti, surat berharga, dan lain-lain. Ketiga portfolio income yaitu income yang timbul karena capital gain dari asset pemiliknya. Misal property beli dari tahun 2005 sebesar Rp 2 M, sekarang naik menjadi Rp 20 M.

“Maka kekayaan kita meningkat Rp18 M tanpa disadari. Ini yang disebut invicible Income atau income yangg tidak kelihatan. Sayangnya orang sekarang kebanyakan baru aktif income. Pesan saya kalau pendapatan anda baru aktif income jangan kebanyakan gaya. Bagaimana kita bisa hidup gaya tanpa adanya tekanan, ketika passif income anda lebih besar dari gaya hidup anda,” ucapnya.

“Negara ini bangkrut, kekayaan tidak bertahan karena kita tak pernah mengajarkan kecerdasan keuangan ke anak-anak kita. Orang yang tidak cerdas, belum tahu cara cari duit, atau baru tahu cara dapat aktif income sudah banyak gaya, kau akan mati,” kata Tung disambut tawa.

Selain kecerdasan keuangan, Tung juga mengungkapkan empat kesalahan pebisnis yang dilakukan dalam mengambil keputusan. Menurut dia, dalam mengambil keputusan sangat dipengaruhi dengan kondisi emosi atau kejiwaan, selain itu data menjadi sangat penting dalam menentukan satu keputusan.

“Keempat kesalahan dalam mengambil keputusan yang biasa dilakukan yakni karena pilihan terlalu sedikit, data tidak tepat, kesalahan berasumsi, dan merasa yakin 100 persen,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menjual tiket seminar Financial Revolution yang akan digelar di Jakarta dan Surabaya. Tung menjual tiket dengan harga miring. Tiket biasanya ia jual seharg 5,8 juta untuk satu seminar, namun di Makassar ia jual seharga Rp200 ribu, dan semua hasil penjualannya disumbangkan untuk korban gempa bumi di Lombok.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved