Cerita Aji Bangkit Pamungkas, Anak Penjual Air Galon Peraih Medali Emas Pencak Silat Asian Games

Pasangan Agus Widodo dan Anis Nurul Laili tak menyangka anak bungsunya, Aji Bangkit Pamungkas dapat menyumbangkan emas

Cerita Aji Bangkit Pamungkas, Anak Penjual Air Galon Peraih Medali Emas Pencak Silat Asian Games
KOMPAS.COM/DOK PRIBADI BANGKIT
Atlet pencak silat asal Ponorogo yang meraih medali emas Asian Games, Aji Bangkit Pamungkas (dua dari kanan) bersama ayahnya, Agus (dua dari kiri) dan dua kakaknya usai bertanding melawan pesilat asal Singapura. 

"Sebelum Bangkit bertanding perasaan saya sudah nggak karu-karuan, dan jantung berdebar kencang, tapi saya terus berdoa dan zikir," kata Agus.

Perasaannya baru mulai lega setelah Bangkit mendapatkan poin dan unggul.

Kontan ia berteriak dan memberikan semangat bagi anaknya hingga akhirnya meraih juara.

Puncaknya, saat momen pengalungan medali emas, Agus tak kuasa menahan air mata. Ia menangis saat melihat anaknya berada di atas podium menerima hadiah diikuti dengan pengibaran bendera merah putih yang diiringi lagu Indonesia Raya.

Sebelum berkiprah di dunia silat, kata Agus, Bangkit awalnya tidak tertarik berlatih pencak silat.

Bangkit lebih menyukai sepak bola dan futsal sejak duduk di bangku TK hingga SD.

"Bangkit mulai suka belajar silat saat duduk di bangku SMP. Ia tertarik belajar silat setelah melihat dua kakaknya berhasil banyak mendapatkan prestasi dari cabang pencak silat," ungkap Agus. 

Saat itu, Bangkit berdalih tidak tertarik silat lantaran ia tidak suka berkelahi. Untuk itu, ia lebih memilih bermain sepak bola. Bahkan saat di SD, Bangkit pernah meraih juara sepak bola. 

Setelah tertarik silat, Agus menekankan agar Bangkit bersungguh-sunguh dan disiplin dalam berlatih.

Kendati demikian, berat badan Bangkit yang berat membuat kesulitan mencari lawan yang sepadan. 

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help