Tim Sembilan Pemerintah Pusat Turun Tangan Urus Hibah Lahan 7,3 Hektare Al Markaz

Setelah pembicaraan, pemerintah sudah siap untuk menghibahkan lahan bekas Kampus Universitas Hasanuddin Makassar.

Tim Sembilan Pemerintah Pusat Turun Tangan Urus Hibah Lahan 7,3 Hektare Al Markaz
SANOVRA JR
Suasana Masjid Al Markaz Al Islami yang terekam dari udara menggunakan kamera Drone di Jl Masjid Raya Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Pusat telah membentuk tim 9 dalam memproses hibah lahan milik Pemerintah Provinsi Sulsel seluas 7,3 hektar.

Dari cerita Pembina Yayasan Islamic Center, Jusuf Kalla saat Panitia Khusus Hibah lahan ini berkunjung ke Istana Wapres, Selasa (28/8/2018).

Menteri keuangan periode 1988-1993, JB Sumarli memimpin tim 9 dari pemerintah pusat pada awal tahun 1990-an.

Pembentukan tim setelah Jenderal M Yusuf berkeinginan untuk membangun masjid besar dengan kapasitas 10.000 jamaah pada tahun 1989.

Sumarli pun bertemu dengan gubernur Sulsel kala itu, HZB Palaguna.

Baca: Usai Temui Wapres JK, DPRD Sulsel Belum Sepakati Hibah Lahan 7,3 Hektare untuk Yayasan Al Markaz

Setelah pembicaraan, pemerintah sudah siap untuk menghibahkan lahan bekas Kampus Universitas Hasanuddin Makassar.

Unhas pun mendapatkan lahan pengganti milik Pemerintah Provinsi Sulsel di Pangkep.

Namun, Jenderal Muhammad Yusuf menunda rencana hibah karena pembayaran PBB yang mahal.

Kala itu, Yayasan belum punya anggaran untuk membayar PBB sehingga baru tahun ini baru bisa.

Yayasan pun sudah mempunyai anggaran untuk membangun sekolah dari dana Jenderal M Yusuf dan yayasan.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved