Pemprov Sulbar Ajak Masyarakat Sukseskan Pelaksanaan Imunisasi MR

melaui kampanye MR, kekebalan masyarakat terhadap penyakit Campak dan Rubella akan meningkat, sehingga penularan penyakit dapat dibatasi

Pemprov Sulbar Ajak Masyarakat Sukseskan Pelaksanaan Imunisasi MR
HANDOVER
sosialisasi kampanye imunisasi MR di Aula Hotel Matos & Convention, Rabu (29/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Enny Anggraeni Anwar, seluruh orang tua yang memiliki anak usia 9 - 15 tahun, untuk mendukung pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Meski dinyatakan positif mengandung unsur babi, namun baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mubah dalam hal penggunaan vaksi MR karena dinilai dalam kondisi darurat.

"Kita berkewajiban untuk memberikan hak anak untuk mendapatkan imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan pada masa kanak-kanak hingga dewasa, serta imunisasi tambahan untuk menutup kesenjangan anti bodi yang ada di masyarakat untuk mencegah kejadian luar biasa," kata Enny Angraeny Anwar, pada sosialisasi kampanye imunisasi MR di Aula Hotel Matos & Convention, Rabu (29/8/2018).

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2014 pasal 18 mengenai pemerintahan daerah, babwa harus memprioritaskan urusan wajib pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, dimana salah satunya adalah kesehatan, dengan berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan pemerintah.

"Kita pahami bersama bahwa imunisasi adalah salah satu program nasional dan masuk dalam standar pelayanan minimal yang harus dilaksanakan pemerintah daerah,"ujar Enny.

Menurutnya, melaui kampanye MR kekebalan masyarakat terhadap penyakit Campak dan Rubella akan meningkat, sehingga penularan penyakit dapat dibatasi dan kejadian terhadap penyakit tersebut dapat menurun, serta cacat bawaan pada bayi yang baru lahir juga menurun sehingga kampanye MR memberikan hasil yang optimal, maka cakupan imunisasi rutin harus di atas 95 persen.

Kata Enny, program imunisasi di Indonesia saat ini telah memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit berbahaya, seperti tuberkulosis berat, campak, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, hepatitis B, meningitis dan pneumonia.

"Kita terus berupaya membebaskan Indonesia dari berbagai penyakit lainnya, termasuk eliminasi campak dan mengendalikan penyakit Rubella di tahun 2020," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Achmad Azis menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menjawab beberapa permasalahan yang dihadapai selama melakukan kampenye imunisasi MR, seperti adanya isu halal atau haram, pemberitaan kasus-kasus KIPI dan hoax tentang konspirasi kandungan vaksin.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help