Ombudsman Minta Bupati Jeneponto Copot Lurah Empoang

Hasil akhir pemeriksaan, Ombudsman meminta kepada Bupati Jeneponto untuk memberhentikan Muh Yusuf sebagai Lurah Empoang

Ombudsman Minta Bupati Jeneponto Copot Lurah Empoang
hasan basri/tribuntimur.com
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Jeneponto, Maskur di Kantor Ombudsman Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (29/08/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan meminta kepada Bupati Jeneponto agar mencopot Muhammad Yusuf sebagai Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu.

Permintaan itu disampaikan langsung kepada Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Jeneponto, Maskur di Kantor Ombudsman Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (29/08/2018).

"Hari ini sebenarnya kita ingin menyampaikan laporan akhir hasil pemeriksaan Ombudsman terkait dugaan Maladministrasi Lurah Empoang, tapi bupati berhalangan hadir," kata Ketua Ombudsman RI Sulsel, Subhan.

Hasil akhir pemeriksaan, Ombudsman meminta kepada Bupati Jeneponto untuk memberhentikan Muh Yusuf sebagai Lurah Empoang karena diduga melanggar maladministrasi atas sikapnya yang menolak melayani warganya.

Baca: Videonya Viral Enggan Teken SKU Warga, Begini Penjelasan Lurah Empoang Selatan Jeneponto

Selain pencopotan, Ombudsman juga meminta agar lurah yang bersangkutan tidak boleh dipromosikan menduduki jabatan baru selama pemberhetian berjalan.

"Bukan hanya meminta, tapi ini berdasarkan pada peraturan perundang undangan yang berlaku. Dia harus dicopot dari jabatanya," tuturnya.

Ombudsman memberikan batas waktu 30 hari kepada Bupati Jeneponto untuk melaksanakan pemberhentian itu. Jika tidak dijalankan maka akan ditingkatkan ketingkat rekomendasi..

"Jika rekomendasi ini juga tidak dijalankan sesuai dengan aturan, maka kepala Daerah bisa dikenakan sanksi. Tapi akan monitor selama tiga puluh hari," tegasnya

Baca: Lurah Empoang Selatan Diperiksa Ombudsman, Plt Sekda Jeneponto: Wajar

Perbuatan Lurah ini terungkap ketika videonyaberedar dan viral media sosial. Dalam video nampak seorang warga datang mengajukan permohonan izin usaha, tepatnya surat keterangan usaha (SKU).

Namun saat diminta tanda tangan untuk surat tersebut, sang lurah menolaknya mentah-mentah, dan malah membentak warga.(San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved