Komisi II DPRD Luwu Timur Minta Dinas Perdagangan Awasi Penjualan LPG 3 Kg

Pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg warga tetap menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kebutuhan masyarakatnya.

Komisi II DPRD Luwu Timur Minta Dinas Perdagangan Awasi Penjualan LPG 3 Kg
HANDOVER
Anggota DPRD Luwu Timur, Iwan Usman 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur, Iwan Usman meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Luwu Timur memperketat pengawasan penjualan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di pangkalan.

Pengawasan agar melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Timur itu menyusul penjualan LPG 3 kg di pangkalan tidak tepat sasaran lagi.

"Sehingga atas dasar inilah seharusnya dinas terkait dan Pol PP melakukan pengawasan secara lebih konprehensif atas ketepatan sasaran pengguna LPG melon," kata Legislator Nasdem kepada TribunLutim.com, Rabu (29/8/2018).

Baca: Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp 40 Ribu, Disperindag: HET Tidak Diatur Untuk Pengecer

Apalagi kata dia sudah diatur berdasarkan Perpres nomer 104 tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG 3 kg.

"Pasal 3 ayat 1 secara jelas menyatakan bahwa penyediaan dan pendistribusian LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro kecil dan menengah," imbuhnya.

Pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg warga tetap menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kebutuhan masyarakatnya.

Diberitakan sebelumnya, warga meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Luwu Timur mengatur pembelian tabung gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di pangkalan.

Pasalnya, warga mengeluh tabung LPG 3 kg habis diborong oleh pengecer di pangkalan. Akibatnya, masyarakat lain tidak kebagian.

"Mobil baru bongkar tabung (LPG) di pangkalan langsung habis dborong pengecer," keluh warga Desa Balantang, Nurdin kepada TribunLutim.com, Senin (27/8/2018).
-----
Caption, Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur, Iwan Usman

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help