Warga Lima Pulau di Kecamatan Liukang Tangayya Pangkep Juga Butuh BBM

Kelima pulau tersebut yakni pulau Tampaang, Kapoposang Bali, Poleonro, Satanger dan Sailus.

Warga Lima Pulau di Kecamatan Liukang Tangayya Pangkep Juga Butuh BBM
ist
Camat Liukang Tangayya, Sulaiman. 

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG TANGAYYA - Kendala lain warga di lima pulau di Kecamatan Liukang Tangayya Pangkep yang kekurangan beras adalah Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Selain kekurangan beras, mereka juga kekurangan bahan sembako lainnya, paling mereka keluhkan adalah BBM (bahan bakar minyak) yang langka," kata Camat Liukang Tangayya Pangkep, Sulaiman, Selasa (28/8/2018).

Sulaiman menyebut selama ini mereka berbelanja di Sumbawa dan Lombok untuk kebutuhan BBM.

"Itumi juga disana warga keluhkan BBM yang habis stoknya karena kan selama ini mereka belanjanya di Sumbawa dan Lombok yang sekarang ini terjadi gempa disana," ungkapnya.

Sulaiman menyebut, informasi saat ini yang didapat dari kepala desa Sailus melalui radio, satu hingga dua hari kedepan diperkirakan akses membeli BBM sudah dapat dilakukan.

"Kita harap informasi dari kepala desa bisa membuat lega warga karena sambil menunggu beras sejahtera (rastra) kiriman Pemkab Pangkep yang masih dalam perjalanan. Semoga akses ke Sumbawa dan Lombok sudah bisa terbuka," jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan lima pulau di Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel kekurangan beras pasca gempa yang terjadi di Lombok.

Kelima pulau tersebut yakni pulau Tampaang, Kapoposang Bali, Poleonro, Satanger dan Sailus.

Legislator Partai Golkar, Budiamin, Senin (27/8/2018) menyebut sudah sebulan tidak ada penjual beras di Lombok pasca terjadi gempa yang berdampak juga bagi masyarakat pulau.

Budi menerima informasi tersebut dari kepala desa dan menceritakan kondisi sebenarnya.

Budi menyebut, warga di lima pulau ini sehari-hari membeli beras di Sumbawa dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Akses mereka lebih dekat membeli beras ke Sumbawa dan Lombok NTB, yang hanya 12 jam daripada harus ke daratan yang memakan waktu kurang lebih 30 jam atau sekitar dua hari perjalanan laut.

Budiamin mengaku warga di lima pulau tersebut terpaksa harus menghemat berasnya hingga dua hari kedepan sambil menunggu bantuan beras sejahtera (rastra) dari Pemkab Pangkep.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved