Asian Games 2018

Putra Desa Kandoa Luwu Sumbang Emas ke-20 untuk Indonesia Lewat Cabor Pencak Silat

Meski kelahiran dan berdomisili di Bitung, orangtua Abdul Malik berasal dari Sulawesi Selatan.

Putra Desa Kandoa Luwu Sumbang Emas ke-20 untuk Indonesia Lewat Cabor Pencak Silat
HANDOVER
Putra Desa Kandoa Luwu Sumbang Emas ke-20 untuk Indonesia Lewat Cabor Pencak Silat

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Atlet peraih medali emas pada cabang olahraga pencak silat kelas B 50-55 kilogram, Abdul Malik (21) merupakan pemuda berdarah asli Desa Kandoa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Abdul Malik berhasil menyumbang medali emas ke 20 di Asian Games 2018 yang berlangsung di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8/2018).

Meski kelahiran dan berdomisili di Bitung, orangtua Abdul Malik berasal dari Sulawesi Selatan. Ayahnya Sultan Jupri asli Makassar dan ibunya, Muliati asli Kabupaten Luwu.

"Luar biasa, kami menaruh bangga kepada kemanakan kami yang berhasil meraih medali Emas untuk Indonesia di Asian Games," ujar tante Abdul Malik, Irma, Selasa (28/8/2018).

Irma juga mengaku dalam waktu dekat ini keponakannya, Abdul Malik, akan berkunjung ke Kabupaten Luwu.

Adapun prestasi medali emas yang pernah diraih putra sulung pasangan Sultan Jupri dan Muliati ini sebagai berikut.

- Medali emas di Kejurnas PPLM tahun 2015.
- Medali emas POMNAS tahun 2015.
- Medali emas ASEAN University Games di Singapore tahu 2016.
- Medali emas Kejurnas IPSI tahun 2016.
- Medali emas POMNAS tahun 2017.
- Medali emas test event Asean Games 2018.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved