Polres Maros Pastikan Seret Tersangka Sikdes ke Kejaksaan Tahun Ini

Tahun ini Polres Maros bakal menyeret tersangka dan menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Maros.

Polres Maros Pastikan Seret Tersangka Sikdes ke Kejaksaan Tahun Ini
ANSAR/TRIBUNMAROS.COM
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Nasir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Nasir, menanggapi pernyataan Anti Corruption Committee (ACC) yang menyebut kasus dugaan korupsi pengadaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) tahun 2013 mandek.

Meski kasus yang diduga melibatkan oknum dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) tersebut bergulir setahun di Polres, namun Jufri menilainya hal tersebut masih wajar.

"Itu sebenarnya tidak lama (pengusutan Sikdes). Kita butuh banyak waktu, karena melibatkan banyak instansi," kata Jufri, Selasa (28/8/2018).

Jufri memastikan, tahun ini Polres Maros bakal menyeret tersangka dan menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Maros.

Hanya saja, identitasnya belum mau dibeberkan.

Baca: Setahun Bergulir di Polres Maros, ACC Pertanyakan Kasus Sikdes

"Kami target, tahun ini status kasus Sikdes ditingkatkan ke penyidikan dan pelimpahan berkas ke Kejaksaan," katanya.

Polisi yang dikenal dekat dengan kontraktor Maros tersebut menuturkan, ada 80 desa yang terlibat kasus Sikdes,

Desa tersebut telah mengucurkan dana desa untuk aplikasi mubazir.

"Kasus dugaan korupsi Sikdes ini, melibatkan 80 desa. Makanya prosesnya cukup lama," katanya.

Sebelumnya, Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi menilai Unit I Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Maros, memiliki kinerja yang cukup buruk.

Pasalnya, dalam mengusut satu kasus dugaan korupsi saja, Polres membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menetapkan tersangka. Bahkan kasus sampai mandek.

Baca: Pakai KTA Elektronik, Warga Bisa Akses 15.000 Judul Buku Perpustakaan Maros

Wakil Direktur ACC, Abdul Kadir mengatakan, kasus yang ditangani dengan sangat lamban yakni, dugaan korupsi pengadaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) tahun 2013.

Kasus tersebut mulai diusut sejak tahun 2017 lalu. Namun sampai sekarang belum ada penetapan tersangka. Padahal, polisi telah memeriksa sekitar 80 Kepala Desa.

"Kenapa Polres Maros lamban mengusut kasus. Bahkan perkembangannya terkesan ditutup-tutupi. Hanya satu kasus yang diusut membutuhkan waktu setahun. Itupun belum jelas," kata Kadir.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved