Polisi Muda Polda Sulsel jadi Guru Ngaji dan Imam Salat di Lombok

Bripda Muh Nur Hidayat menjadi salah satu relawan yang ditugaskan untuk membantu korban gempa di Lombok,

Polisi Muda Polda Sulsel jadi Guru Ngaji dan Imam Salat di Lombok
HANDOVER
Personel Dit Sabhara Polda Sulsel, Bripda Muh Nur Hidayat menjadi guru ngaji untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang personel Dit Sabhara Polda Sulsel, Bripda Muh Nur Hidayat menjadi salah satu relawan yang ditugaskan untuk membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama berada di Lombok, sembilan hari terakhir, Hafidz Quran tersebut benar-benar memperlihatkan kepeduliannya. Dia aktif menolong dan menjadi guru ngaji untuk anak-anak.

Pria yang dilantik menjadi polisi beberapa bulan yang lalu ini, rela tidur di bawah tenda darurat, meski dingin dan diserang nyamuk saat malam hari.

Baca: Kumpul Rp 46 Juta, Jamaah Haji Luwu Utara Bantu Korban Gempa Lombok

Baca: Perjuangan Relawan Polda Sulsel Jadi Guru SD Hingga Diguncang Gempa Lombok

Hal tersebut membuat semangatnya tidak surut. Bahkan dia lebih semangat, saat anak-anak korban gempa berkumpul lagi di sekolah darurat.

"Kami mengajarkan cara mengaji dan membaca huruf Aquran dengan baik dan benar. Kami ingin, keberadaan personel Polda Sulsel, benar-benar bermanfaat bagi korban," kata Nur Hidayat ke Tribunmaros.com, Selasa (28/8/2018).

Selain menjadi guru ngaji, Hidayat juga menjadi imam salat. Dia bersama warga selalu salat berjamaah di tenda pengungsian, dan berdoa supaya bencana gempa segera berakhir.

Dia prihatin melihat kondisi para korban yang hidup serba terbatas dan mengharapkan bantuan. Jika malam, para korban juga tidak bisa tidur nyenyak akibat nyamuk.

Kemahirannya menjadi guru ngaji dan imam salat diperoleh dari bimbingan orangtuanya. Ayah kandung, Hidayat juga merupakan personel Polri, yakni Aiptu Muh Syafri Wahid.

Syafri bertugas di Polsek Pallangga Gowa. Setiap hari, Syafri rutin mengajar dan mendidik putranya dengan membekalinya pengetahuan Agama dan perbuatan baik.

"Ini berkat doa dan dukungan orangtua. Beliau tidak pernah berhenti mengingatkan kepada saya, supaya selalu mengingat Allah. Di mana dan sesibuk apapun pekerjaan, kita tertap harus beribadah," katanya.

Dia mengapresiasi pimpinan Polda Sulsel yang telah mengutusnya menjadi relawan di Lombok. Pengalaman menjadi relawan, tidak akan pernah dilupakannya.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help