Polda Sulsel Bidik Tersangka Baru Kasus Korupsi MAN IC Gowa

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Yudha Wirajati memastikan tidak akan berhenti pada tiga tersangka yang tetapkan sebelumnya.

Polda Sulsel Bidik Tersangka Baru Kasus Korupsi MAN IC Gowa
HANDOVER
Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Yudha Wirajati 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Tipikor III Ditreskrimsus Polda Sulsel kembali membidik tersangka baru kasus Tipikor MAN IC di Gowa.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Yudha Wirajati memastikan tidak akan berhenti pada tiga tersangka yang tetapkan sebelumnya.

"Pastinua masih ada tersangka lagi di kasus ini, kita kalau bicara korupsi peran dari seseorang tidak kita hentikan," kata Yudha di Mapolda, Selasa (28/8/2018).

Menurut Yudha, penyidik tidak berhenti sampai tiga tersangka saja, apalagi jika dalam kasus ini melibatkan KPA.

Baca: Korupsi MAN IC Gowa Terendus di Kementeria Agama, Begini Kata Humas Kemenag RI

"Kita ada beberapa saksi yang harus dilengkapi, kan kerugian negara sudah ada dari nilai kontraknya 8 miliar dan kerugian negara 7 miliar," ujar Yudha.

Ketiga tergangka, Andi Muh Ansar (PPK), Direktur PT Syafitri Perdana Ir Alimuddin Anshar (Konsultan), Direktur PT Cahaya Insani Persada Hendrik W. (Rekanan).

Seperti diketahui, proyek pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) dibanguan di atas lahan Desa Belapunranga, Parangloe, Gowa, Sulsel.

Namun tim penyidik Polda memperoleh nilai kerugian negara dari BPKP Sulsel adalah senilai Rp 7 miliar dari anggaran pembangunaa sebesar Rp 8,23 miliar.

Kasus ini dari 10 Agustus 2017, dan memeriksa saksi-saksi, seperti kuasa pengguna anggaran (Kpa) atau Kakanwil Kemenag, A. Wahid Tahir, kala itu. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved