Pascagempa Lombok, Warga Kepulauan Pangkep Beralih Konsumsi Ikan Asin

Alasan masyarakat beralih mengonsumsi ikan kering karena ikan kering dapat bertahan lama.

Pascagempa Lombok, Warga Kepulauan Pangkep Beralih Konsumsi Ikan Asin
munjiyah/tribunpangkep.com
Warga menjemur ikan di dermaga Pulau Sapuka, Pangkep, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG TANGAYYA - Getaran gempa dari Lombok yang terjadi di wilayah kepulauan Pangkep membuat warga beralih mengonsumsi ikan kering (ikan asin).

Warga pulau Sapuka Pangkep, Bakri, Selasa (28/8/2018) merasakan dampak yang terjadi karena getaran gempa tersebut.

"Dampaknya itu daya beli konsumen menurun untuk jenis ikan basah seperti ikan kakap, katamba, dan baronang," ujar pemilik usaha ikan kapal KM Al Mubarak tersebut.

Dikatakan, alasan masyarakat beralih mengonsumsi ikan kering karena ikan kering dapat bertahan lama meski disimpan berhari-hari.

Baca: Gempa Lombok, Warga Lima Pulau di Pangkep Kesulitan Dapat Beras

Baca: Lewat Lazismu, IMM Bulukumba Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

"Kalau untuk ikan kering ada ikan panjang dan ikan kakap harganya masih sama. Ikan kering panjang Rp 27 ribu per kg dan ikan basah rata-rata Rp 7 ribu per kg," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, getaran gempa berkekuatan 5,1 SR sekitar pukul 11.00 Wita yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, juga dirasakan masyarakat Pulau Kapoposang, Pulau Sailus Pangkep dan sebagian wilayah Sapuka Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, titik gempa terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu, (26/8/2018). Gempa terjadi pada pukul 11:53:33 Wita dengan kedalaman 10 km.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved