Warga Malili Minta Dinas Perdagangan Atur Pembelian LPG 3 Kg di Pangkalan

Zona 1 meliputi Kecamatan Burau, Wotu Tomoni, Tomoni Timur, dan Mangkutana ditetapkan HET Rp 18 ribu.

Warga Malili Minta Dinas Perdagangan Atur Pembelian LPG 3 Kg di Pangkalan
ivan ismar/tribunlutim.com
Gas Elpiji 3 kilogram 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Warga meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Luwu Timur mengatur pembelian tabung gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di pangkalan.

Pasalnya, warga mengeluh tabung LPG 3 kg habis diborong oleh pengecer di pangkalan. Akibatnya, masyarakat lain tidak kebagian.

"Mobil baru bongkar tabung (LPG) di pangkalan langsung habis dborong pengecer," keluh warga Desa Balantang, Nurdin kepada TribunLutim.com, Senin (27/8/2018).

Baca: Pascalebaran Iduladha, Gas Elpiji 3 Kilogram di Wotu Luwu Timur Rp 30 Ribu

Baca: Menurut Pj Wali Kota Palopo, Ini Penyebab Gas Elpiji 3 Kg Langka

Menurutnya, pangkalan lebih mengutamakan pihak pengecer daripada masyarakat. Selain itu, harga gas LPG 3 kilogram di pangkalan lebih murah dibanding pembelian di pengecer.

Dalam Peraturan Bupati Luwu Timur tahun 2015 tentang harga eceran tertinggi Liquefied Petroleum gas 3 kilogram ditetapkan.

Zona 1 meliputi Kecamatan Burau, Wotu Tomoni, Tomoni Timur, dan Mangkutana ditetapkan HET Rp 18 ribu.

Zona 2 meliputi Kecamatan Kalaena, Angkona dan Malili HET Rp 18.900, Sedangkan zona 3 yaitu Kecamatan Wasuponda, Nuha dan Towuti HET Rp 20 ribu.

Terdapat dua distributor gas elpigi 3 Kg di Luwu Timur dan dua agen penyuplai gas ke 300 pangkalan di Luwu Timur.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help