Bawakan Kuliah Umum di IAIN Palopo, Bupati Indah Beberkan Ini

Pada kesempatan itu, Indah yang merupakan bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan membawakan materi

Bawakan Kuliah Umum di IAIN Palopo, Bupati Indah Beberkan Ini
chalik/tribunlutra.com
Sebanyak 421 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani di Gedung Serbaguna IAIN Palopo, Jl Ratulangi, Kota Palopo, Senin (27/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sebanyak 421 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani di Gedung Serbaguna IAIN Palopo, Jl Ratulangi, Kota Palopo, Senin (27/8/2018).

Para mahasiswa yang mendapat kuliah umum rencananya akan mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari ke depan.

Pada kesempatan itu, Indah yang merupakan bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan membawakan materi 'Arah dan Kebijakan Pembangunan di Kabupaten Luwu Utara'.

Menurut Indah yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara, arah kebijakan umum pembangunan daerah adalah akselerasi pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kerakyatan dan penguatan kualitas sumberdaya manusia dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

"Secara garis beras ada empat program prioritas pembangunan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan ekonomi kerakyatan serta reformasi birokrasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan," tutur Indah.

Terkait pembangunan infrastruktur, mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) menyebutkan beberapa pembangunan infrastruktur yang memadai yang telah dan akan dilaksanakan.

Diantaranya perluasan jalan dalam kota, pembukaan akses jalan yang menghubungkan Sulbar dan Sulteng, perluasan Bandara Andi Djemma, pengangkutan barang dan jasa dengan pesawat kargo, pembangunan Pelabuhan Munte, dan pembangunan Bendung Baliase.

"Pembangunan harus melalui perencanaan. Pembangunan tidak ada yang instan, pasti by design, tidak ujuk-ujuk langsung ada," papar Indah.

Indah berharap, mahasiswa KKN nantinya mampu menjadi duta wisata yang dapat mengenalkan seluruh objek wisata yang ada di Luwu Utara, setelah 50 hari melaksanakan KKN.

"Anak-anak muda milenial inilah yang nantinya kita harapkan mampu mempromosikan apa yang menjadi keunggulan Luwu Utara ke depan. Apalagi desa-desa di Luwu Utara kini tengah bergeliat menjadi desa wisata. Nanti adik-adik mahasiswa bisa melihatnya saat melaksanakan KKN," tandas Indah.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved