Konsumsi LPG 3 Kg di Makassar Lebihi Kuota 1,5 Persen, Begini Kata Pertamina

Ada pangkalan yang lebih banyak stoknya tergantung dari luasan wilayah pelayanannya.

Konsumsi LPG 3 Kg di Makassar Lebihi Kuota 1,5 Persen, Begini Kata Pertamina
handover
Tabung gas LPG 3 kg

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pertamina Marketing Operation (MOR) VII Sulawesi mendapat laporan terkait kurangnya stok gas LPG 3 kilogram (kg) di Makassar seminggu ini, utamanya sesudah Iduladha, Rabu (22/8/2018).

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo yang dihubungi, Minggu (26/8/2018) telah melakukan ricek terkait laporan tersebut.

"Jumat (24/8/2018) kami ricek di pangkalan wilayah Minasa Upa dan Katangka. Hasilnya, tersedia sebanyak 35 tabung per hari per pangkalan," katanya Roby sapaanya.

Ada pangkalan yang lebih banyak stoknya tergantung dari luasan wilayah pelayanannya.

Baca: Distribusi LPG 3 Kg Lebihi Kuota, Pertamina Terus Gelar Operasi Pasar di Parigi Moutong

Untuk seluruh wilayah Makassar, dilayani 23 agen dan 1.485 pangkalan.

Penyaluran LPG 3 kg subsidi di Makassar hingga kini mencapai 9.871.600 tabung.

"Ini sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah sebanyak 9.725.600 tabung, atau melebihi 1,5 persen dari kuota," katanya.

Bila menyitir data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, data penduduk Makassar pada 2016 di angka 1,4 juta jiwa.

Sementara angka kemiskinan di Makassar mencapai 34,36 persen atau sekitar 504.955 jiwa atau 126.239 kepala keluarga (KK).

"Bila diasumsikan tiap KK dihuni 4 orang, maka rerata penyaluran LPG 3 kg subsidi di Makassar sebanyak 1.424.800 tabung per bulan," katanya.

Baca: Konsumsi LPG di Sulawesi Naik 17% Selama RAFI 2018, Bagaimana Sulsel?

Dengan jumlah penduduk keluarga miskin serta rerata penyaluran LPG 3kg subsidi, maka perhitungannya per keluarga miskin mendapatkan LPG sebanyak 11 tabung per bulan.

"Ini jika LPG 3 kg subsidi memang hanya dikonsumsi penduduk miskin, sebagaimana peruntukannya," katanya.

Bagaimana solusi yang dilakukan Pertamina? "Sementara ini kami fokus memastikan kelancaran pasokan ke pangkalan. Juga melakukan mistery shopper, untuk memeriksa apakah ada pangkalan yang jual di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 15.500 per tabung," katanya.

Belum ada rencana penambahan melalui operasi pasar. Mengingat penyaluran sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah. (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help