Keuangan Pemkab Defisit, Ini Upaya yang Dilakukan DPRD Bantaeng

Untuk belanja barang dan jasa dari Rp 233 miliar dipangkas menjadi Rp 218,1 miliar.

Keuangan Pemkab Defisit, Ini Upaya yang Dilakukan DPRD Bantaeng
edi/tribunbantaeng.com
Ketua Fraksi PKS Bantaeng, Suwardi. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Keuangan Pemkab Bantaeng saat ini sedang mengalami defisit yang jumlahnya mencapai Rp 89 miliar.

BPKD Bantaeng menyebut bahwa penyebab defisit itu lantaran rendahnya serapa target pajak dan retribusi. Atas persoalan tersebut, dilakukanlah pemangkasan sejumlah item usulan pada APBD perubahan tahun 2018.

Ketua Fraksi PKS DPRD Bantaeng, Suwardi menyebutkan bahwa ada empat item yang dilakukan rasionalisasi sehingga KUA PPAS APBD perubahan 2018.

Baca: Defisit Rp 89 M Sambut Pemerintahan Ilham Azikin-Sahabuddin

Baca: APBD Sinjai Defisit, Ini Permintaan DPRD ke Pemkab

"Pertama adalah belanja pegawai dari usulan Rp 377,1 miliar menjadi Rp 336,6 miliar, mengalami pengurangan Rp 40,4 miliar," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Minggu (26/8/2018).

Sedangkan untuk belanja hibah dari Rp 49,9 miliar dipangkas menjadi Rp 48,9 miliar, dengan pengurangan sebesar Rp 1 miliar.

Untuk belanja barang dan jasa dari Rp 233 miliar dipangkas menjadi Rp 218,1 miliar, atau terjadi pengurangan sebesar Rp 13,19 miliar.

"Terakhir belanja modal Rp 278,5 miliar menjadi Rp 246,3 miliar, dengan pemangkasan sebesar Rp 32,1 miliar," tuturnya.

Dari empat item kelompok belanja yang dilakukan pemangkasan itu, maka APBD perubahan Bantaeng 2018 surplus Rp 734 juta.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help