Di Hadapan Najwa dan Nurdin Abdullah, Mahasiswa Sebut Birokrat UNM Kekang Kebebasan Berpendapat

Najwa berharap selepas dari Talkshow pihak mahasiswa dan Birokrasi kemudian menyelesaikan permasalahan tersebut dengan saling duduk bersama.

Di Hadapan Najwa dan Nurdin Abdullah, Mahasiswa Sebut Birokrat UNM Kekang Kebebasan Berpendapat
Alfian/Tribun
Talkshow "Catatan Najwa" menjadi rangkaian penutup even Roadshow Narasi di Gedung Amanagappa Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (25/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Talkshow "Catatan Najwa" menjadi rangkaian penutup even Roadshow Narasi di Gedung Amanagappa Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (25/8/2018).

Kali ini Catatan Najwa mengangkat tema "Mari Bicara" dengan menghadirkan tiga narasumber utama Gubernur Sulawesi Selatan terpilih, Nurdin Abdullah, Wali Kota Makassar Mochammad Ramdhan Pomanto, dan Rektor UNM Prof Husain Syam dan tentu saja dipandu oleh Najwa Shihab.

Berbagai hal diperbincangkan pada Talkshow tersebut, mulai dari sepak terjang Nurdin Abdullah hingga bisa menduduki kursi nomor satu di Sulsel, pilihan Politik Nurdin dan Danny Pomanto di Pilpres mendatang, hingga membahas persoalan konflik di kampus Makassar terkhusus UNM.

Dalam kesempatan itu, Najwa memberikan kesempatan khusus kepada perwakilan Mahasiswa UNM menyampaikan sejumlah pendapatnya terkait dengan konflik atau permasalahan yang terjadi di kampus Orange-julukan UNM.

"Sebelum saya tiba disini, ada ratusan mantion di Instagram pribadi saya dan di akun Narasi yang datang dari mahasiswa UNM terkait keluhannya dan sekarang saya persilahkan kepada perwakilan mahasiswa dalam hal ini perwakilan lembaga kemahasiswaan untuk menyampaikan sesuatu," ujar Najwa.

Salah satu mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Ari, angkat bicara mewakili rekan-rekannya.

Ia menyebut bahwa saat ini konflik yang terjadi di UNM bukan hanya persoalan konflik horisontal antar mahasiswa, tetapi ada yang jauh lebih besar yakni konflik mahasiswa dengan birokrasi kampus.

"Ada konflik vertikal antara birokrat dengan mahasiswa, dimana saat ini kami mendapatkan iklim kampus yang tak ramah bahkan mengekang kebebasan berpendapat, salah satu bukti kongkritnya yakni sejumlah teman kami di Fakultas Ekonomi diskorsing hanya karena bersuara dan menginginkan transparansi anggaran termasuk kenaikan biaya kuliah tetapi fasilitas tak pernah berubah," ungkapnya.

Menanggapi kritikan pedas dari mahasiswanya, Prof Husain Syam, langsung merespon tanpa sebelumnya dipersilakan berbicara oleh Najwa.

Halaman
123
Penulis: Alfian
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help