BBM Impor dari Singapura Terbanyak di Sulsel saat Juli, Begini Penjelasan Pertamina

Angka ini mengalami peningkatan 18,70 persen bila dibandingkan nilai impor Juni 2018 yang mencapai US$ 83,74 juta atau Rp 1,227 triliun.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Sulsel pada Juli 2018 mencapai US$ 99,40 juta atau Rp 1,456 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.655).

Angka ini mengalami peningkatan 18,70 persen bila dibandingkan nilai impor Juni 2018 yang mencapai US$ 83,74 juta atau Rp 1,227 triliun.

Sementara itu, capaian Juli 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 37,96 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 72,05 juta atau Rp 1,055 triliun.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal menuturkan, lima komoditas utama yang diimpor pada Juli 2018 yakni bahan bakar mineral, gula dan kembang gula, ampas atau sisa industri makanan, mesin pesawat mekanik, dan produk keramik.

Baca: Wacana Rebranding BBM Jenis Premium

"Persentase masing-masing sebesar 49,77 persen, 21,32 persen, 13,09 persen, 3,38 persen dan 2,79 persen (selengkapnya lihat grafis)," kata lelaki berkacamata itu.

impor terbesar yakni kelompok komuditas bahan bakar mineral. Utamanya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Meski harga impor minyak mentah masih tinggi dipasaran, namun Pertamina konsisten mendistribusikan BBM sesuai kebutuhan di Sulsel.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo yang dihubungi, Minggu (26/8/2018) menuturkan, harga minyak mentah dunia sekitar US$ 70 atau Rp 1,025 juta per barrel hingga US$ 73 atau Rp 1,069 juta per barrel.

"Tren ini mulai dari Triwulan kedua. Meleset jauh dari asumsi APBN di angka US$ 40 atau Rp 586 ribu per barrel," kata Roby.

Baca: Dollar Tembus Rp 14.600, Ketua Apindo Makassar: Berimbas pada Bahan Baku Impor

Meminimalisir kerugian, Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan agar Pertamina membeli semua hasil produksi migas operator asing di Indonesia.

"Tidak lain untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah," katanya.

"Dengan proporsi masing-masing 49,94 persen, 13,91 persen, 11,66 persen dan 11,10 persen," kata Akmal, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel.

Bahan Bakar Mineral didatangkan dari Singapura melalui anak perusahaan Pertamina bernama PT Pertamina Energy Trading (Petral). (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved