Keberadaan Bank Sampah Turunkan Tawuran Warga

Ketua Asbindo Saharuddin menjelaskan, setiap manusia Indonesia mampu memproduksi sampah 2,5 liter/hari.

Keberadaan Bank Sampah Turunkan Tawuran Warga
handover
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Tambak Pendidikan Unhas, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sabtu (25/8/2018). 

Citizen reporter

Fajar S Djuanda
Ketua PK Identitas Unhas melaporkan dari Tambak Pendidikan Unhas, Bojo, Kabupaten Barru

TRIBUN-TIMUR.COM - Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Tambak Pendidikan Unhas, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sabtu (25/8/2018).

Kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut dikemas dengan melakukan inisiasi pembentukan bank sampah sekaligus pembagian daging qurban kepada masyarakat di Desa Bojo.

Fajar S Juanda, Staf FIKP Unhas
Fajar S Juanda, Staf FIKP Unhas (handover)

Saat pelaksanaan kegiatan dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Barru Drs Muhammad Taufik Mustafa MSi dan Dekan FIKP Unhas Dr Ir Siti Aisjah Farhum MSi.

Tampak pula Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asbindo) Saharuddin SS MM, sejumlah dosen FIKP, staf kependidikan FIKP, kepala desa, serta masyarakat Bojo.

Ketua Asbindo Saharuddin menjelaskan, setiap manusia Indonesia mampu memproduksi sampah 2,5 liter/hari.

"Coba bayangkan, berapa banyak sampah yang dihasilkan setiap rumah per hari, per minggu, dan per bulan," ujar Saharuddin.

Baca: FIKP Unhas Gandeng AKKII Terkait Pemanfaatan Karang Hias Berkelanjutan, Apa Saja Itemnya?

Baca: Hadiri Penutupan XL Axiata Youth Leadership Camp, Wawali Makassar Berbagi Tips Kesuksesan

Baca: Mahasiswa Kedokteran Hewan Unhas Tewas di Kolam Ikan, Polisi Nilai Tak Wajar! Karena Ditemukan Ini?

Saharuddin juga menjelaskan, ada tiga keuntungan dengan terbentuknya bank sampah, yakni adanya kepedulian lingkungan, lahirnya interaksi sosial, dan nilai ekonomi.

Bahkan, jelas Saharuddin, bank sampah mampu meredam tindak kriminal dan tawuran di beberapa daerah di Kota Makassar.

"Masyarakat tidak punya waktu lagi untuk tawuran, karena mereka sibuk mengumpulkan sampah untuk ditukar uang,” ujarnya.

Ketua Panitia Dr Asmi Citra Malina MSc mengatakan, ke depannya FIKP Unhas akan membentuk bank sampah di Desa Bojo.

"Dengan koordinasi yang baik dengan beberapa pihak, nantinya kita akan membentuk bank sampah sendiri di Desa Bojo," lanjut perempuan cantik itu. (*)

Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved