Ditolak di Puskesmas Karena Masalah Domisili, Bocah 4 Tahun di Masanda Tana Toraja Meninggal Dunia

Jenazah Karmila langsung dikembalikan ke rumahnya di Masanda dan akan disemayamkan oleh keluarga.

Ditolak di Puskesmas Karena Masalah Domisili, Bocah 4 Tahun di Masanda Tana Toraja Meninggal Dunia
HANDOVER
Jenazah Karmila Ratte (4) bersama Ibunya dan keluarga di kediamannya Lembang (Desa) Belau, Kecamatan Masanda, Tana Toraja, Sulsel tadi malam, Jumat (24/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

.COM, RANTEPAO - Bocah berumur 4 tahun bernama Karmila Ratte meninggal dunia setelah ditolak oleh Puskesmas Bittuang di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (24/8/2018) malam.

Hal tersebut diketahui dari pengakuan Ibunya bernama Herlina Tomadi (43) warga Lembang (Desa) Belau, Kecamatan Masanda.

Herlina mengatakan, saat anaknya tiba-tiba sakit, Ia langsung membawa Karmila ke Puskesmas Bittuang dan dilakukan pemasangan oksigen (O2) di ruang UGD namun anaknya menolak dan menangis kesakitan.

"Saya ditanya sama pegawai Puskesmas Bittuang yang menangani anak saya, dia tanyakan asal domisili kami, saya jawab dari Masanda dan mereka bilang tidak bisa dilayani karena berbeda Kecamatan," ucap Herlina, Sabtu (25/8/2018).

Lanjutnya, Herlina sempat disuruh menunggu dan pegawai Puskesmas tersebut mengatakan akan bertemu dokter dulu.

"Pegawai itu datang tidak membawa dokter dan kami disarankan agar lebih baik dirujuk ke Makale dan mengambil mobil carter di perempatan Kecamatan Bittuang," tambahnya.

Kemudian Herlina dengan nekat membawa anaknya naik motor ke Kota Makale malam-malam dalam kondisi hujan memakai jas hujan, karena tidak mendapatkan mobil carteran.

Setelah berada di daerah Ulusalu, Herlina mendapatkan mobil carteran dan meminta tolong diantar ke RSUD Lakipadada Tana Toraja di Kota Makale.

"Karena anak saya tambah kesakitan dan saya sudah khawatir karena badannya sudah menghitam, saya minta sama sopir agar disinggahkan di Puskesmas Ulusalu," jelasnya.

"Saat keluar dari mobil, hidung anak saya sudah keluar darah, dan dibantu sama bidan di Puskesmas Ulusalu untuk dipasangi O2 dan sebagainya," tambah Herlina.

Saat itu anaknya tidak bisa membuka mulutnya walaupun dibantu menggunakan sendok makan.  Karmila pun diketahui sudah meninggal dunia di Puskesmas Ulusalu.

Jenazah Karmila langsung dikembalikan ke rumahnya di Masanda dan akan disemayamkan oleh keluarga.

Wabup Tana Toraja Victor Datuan Batara yang mendengar kabar tersebut langsung ke rumah duka bersama Ketua DPRD Welem Sambolangi mengucapkan belasungkawa dan akan menegur keras pegawai serta Kepala Puskesmas Bittuang atas kejadian yang menimpa keluarga Herlina atas meninggalnya anaknya setelah di tolak di puskesmas. (*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved