OPINI

Pakar Hadis UIM: Ini Batas Waktu Berkurban dan Menyimpan Daging Kurban

Tulisan ini menjawab polemik tentang batasan waktu expired berkurban dan tentang batas masa kadaluarsa menyimpan daging kuban

Pakar Hadis UIM: Ini Batas Waktu Berkurban dan Menyimpan Daging Kurban
Mahmud Suyuti bersama kedua putrinya 

Praktis ada pula pelarangan memakan daging kurban setelah hari tasyriq.

Itulah sebabnya sehingga sebuah riwayat dalam versi lain menyebutkan bahwa Ibnu Umar tidak mau memakan daging hewan kurban, bila sudah disimpan selama tiga hari.

Akan tetapi, hadis tersebut berdasarkan sabab wurudnya (latar belakang disabdakannya) mengandung pengertian bahwa pelarangan menyimpan daging kurban selama tiga hari sifatnya sementara saja.

Ini sesuai hadis riwayat Aisyah ra, dari Abdullah bin Waqid ra. ia berkata: Nabi SAW, bersabda, simpanlah daging kurbang tiga hari, setelah itu sedekahkanlah apa yang masih tersisa.

Riwayat lain, Nabi saw bersabda: Sesungguhnya dahulu aku melarang kamu hanyalah karena orang-orang pendatang yang sedang menuju kemari, dan sekarang silahkan makan atau menyimpan atau bersedekah dengan daging kurban tersebut (HR.Muslim).

Hadis yang terakhir disebutkan ini, me-nasakh (menghapus) pelarangan makan daging kurban lewat tiga hari, sebagaimana dihapuskannya larangan untuk berziarah kubur.

Memang kalau membaca bagian hadis yang pertama Riwayat Bukhari di atas, dan yang bersumber dari Ibnu Umar, seolah-olah kita dilarang untuk menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.

Tetapi jika hadis tersebut diteliti lebih lanjut dengan cara mengkorelasikan hadis lain, maka dipahami bahwa menyinpan dan memakan daging kurban di luar hari tasyriq sah-sah saja dan dibolehkan.

Nabi saw pada awalnya memang melarang menyimpan daging kurban melebihi tiga hari karena ada illat (sebab tertentu), yaitu masyarakat mengalami paceklik.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari, bahwa ketika datang tahun berikutnya, para sahabat bertanya, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help