Usai Bongkar Mahar Rp 500 M Sandiaga Uno, Andi Arief Sindir Puan Maharani Lari dari Tugas Negara

Politisi Demokrat, Andi Arief, memberikan sindirian kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani

Usai Bongkar Mahar Rp 500 M Sandiaga Uno, Andi Arief Sindir Puan Maharani Lari dari Tugas Negara
Andi Arief dan Puan Maharani 

Usai Bongkar Mahar Rp 500 M Sandiaga Uno, Andi Arief Sindir Puan Maharani Lari dari Tugas Negara

TRIBUN-TIMUR.COM - Politisi Demokrat, Andi Arief, memberikan sindirian kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter, @AndiArief__, pada Rabu (22/8/2018).

Dalam cuitan tersebut, Andi langsung menyebut nama Puan Maharani.

Baca: 10 Potret Cantiknya Shalvynne, Artis Film Calon Istri Richard Muljadi, Rencana Nikah 6 September

 

Menurutnya, Puan Maharani seharusnya memiliki tanggung jawab yang besar dalam penanganan bencana.

Lantas, Andi Arief menambahkan jika Puan Maharani tidak tampak perannya sejak longsor Banjarnegara.

Bahkan, Andi Arief menyebut jika Puan Maharani lari dari tugas negara saat datang bencana.

"Sebetulnya ada Menteri yang punya tanggung jawab besar penanganan bencana ini, Tapi dia sedang menghilang. Sejak longsor salah sebut Banjarnegara Puan Maharani lari dari tugas negara saat datang bencana,"  tulisnya.

Baca: Kombes Herry, Tangkap Cucu Konglomerat Richard Muljadi, Dipuji Hotman Paris hingga Tembak John Kei

Diketahui, saat ini Indonesia tengah berduka lantaran di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami gempa bumi.

Diketahui, Hingga Selasa (21/8/2018), BNPB mencatat jumlah korban jiwa dalam bencana gempa bumi di Lombok, NTB, mencapai 515 orang dan korban luka-luka 7.145 orang.

"Jumlah korban meninggal sampai hari ini tercatat 515 orang, sedangkan luka-luka totalnya 7.145 orang. Berdasar data lima hari lalu, jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang," kata Sutopo yang dilansir dari Kompas.com.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help