CITIZEN REPORTER

LDII Sulsel Berkurban 635 Ekor Sapi dan 107 Ekor Kambing

Hidayat Nahwi Rasul MSi menguraikan, jumlah hewan kurban warga LDII se-Sulawesi Selatan meningkat dari pada tahun lalu.

LDII Sulsel Berkurban 635 Ekor Sapi dan 107 Ekor Kambing
CITIZEN REPORTER
Peluncuran gerakan “Tebar Kurban” Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan di Halaman Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/8/2018). Kegiatan dihadiri Sekretaris MUI Sulawesi Selatan Prof Dr M Ghalib MA. 

Gerakan tebar kurban juga dilakukan di tingkat DPP LDII dan diikuti seluruh provinsi lain di Indonesia. “Karena ini merupakan amanah untuk disampaikan. Mudah-mudahan ini menjadi acara rutin DPW LDII Sulawesi Selatan bekerjasama dengan MUI,” kata Hidayat.

Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr M Ghalib MA dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setulus-tulusnya atas terlaksananya tebar kurban. “Saya kira ini menarik. Saya belum pernah menemukan ormas yang serapi ini. Ulama kita mengatakan, kebenaran yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Saya kira, tebar kurban yang dilaksanakan oleh LDII ini sangat tertib dan terorganisir. Sekaligus menjaga raut muka dan kehormatan mereka yang akan diberikan daging kurban itu,” paparnya.

Pelaksanakan ibadah kurban mendekatkan diri kepada Allah dan membangun hubungan yang harmonis terhadap sesama. “Saya melihat ini patut oleh ormas-ormas yang lain. Saya pikir ini dipersiapkan dengan baik, sehingga yang berhak menerima daging tidak perlu antri menerima daging kurban itu. Mudah-mudahan tebar kurban ini semakin memperkuat ukhuwah islamiah di Sulawesi Selatan,” katanya.

Melalui gerakan tebar kurban, kebencian yang banyak disebar melalui media sosial bisa diredam. “Kita rasakan sekarang ini penggunaan media sosial seringkali tidak santun. Ada hoaks dan kebencian. Saya kira, ini menjadi momentum yang baik karena melibatkan generasi muda. Karena kalau generasi muda kita bagus, santun, dan memiliki kepedulian sosial, maka kita optimis akan muncul islam yang rahmatan lil alamin,” ungkap Prof Ghalib.

Prof Ghalib mengatakan, pelaksanaan tebar kurban dilakukan secara rapi dan terorganisir. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan tebar kurban yang dilaksanakan oleh DPW LDII Sulawesi Selatan. Yang menarik, orang yang mengantarkan daging adalah anak muda, sehingga ada edukasi untuk melakukan kesalehan sosial,” sebut guru besar UIN Alauddin Makassar ini.

Ia mengatakan, tebar kurban dapat mempererat persaudaraan. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini memperkuat kerahmatan dan kesantunan islam. Ini adalah kegiatan sosial yang bernuansa mempererat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah basyariah,” ucap Prof Ghalib.

Berkurban, kata Prof Ghalib, implikasinya adalah kedekatan sosial terutama terhadap saudara yang sangat membutuhkannya. “Mewakili MUI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setulus tulusnya. Ini bernilai ibadah disisi Allah SWT,” ujarnya.

Pembagian daging kurban ini melibatkan generasi muda. “Wahai pemuda, ditanganmulah maju mundurnya umat ini kedepan. Karena itu, umat ini ada pada kalian,” katanya.

Generasi muda, katanya, bukan hanya diajak mewujudkan kesalehan spiritual di dalam masjid. Tetapi juga melakukan kesalehan sosial. “Kita doakan anak-anak kita dalam bimbingan dan hidayah Allah SWT. Kedepan mereka menjadi penerus yang lebih baik dari kita,” harapnya.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved