Meski Mengandung Babi, Dinkes Pangkep Tetap Lanjutkan Imunisasi Vaksin MR ke Sekolah

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief masih tetap melanjutkan proses imunisasi vaksin MR di sekolah

Meski Mengandung Babi, Dinkes Pangkep Tetap Lanjutkan Imunisasi Vaksin MR ke Sekolah
Munjiyah/Tribun
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin measless dan rubella untuk imunisasi.

MUI menyatakan, pada dasarnya vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India itu haram karena mengandung babi. Namun, penggunaannya saat ini dibolehkan karena keterpaksaan.

Ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR.

Pertama, adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi vaksin MR.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief masih tetap melanjutkan proses imunisasi vaksin MR di sekolah-sekolah yang ada di Pangkep.

"Kita sesuai informasi terkait fatwa MUI nomor 33 tahun 2018 mengenai vaksin MR. Ada juga sebagian MUI yang memperbolehkan sepanjang itu dapat mencegah kecatatan anak-anak karena manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya," ujarnya di Pangkajene, Selasa (21/8/2018).

Dia menambahkan, pihaknya tidak melarang sekolah yang tidak melakukan imunisasi MR.

"Kita tidak paksa mereka, kalau ada sekolah menolak ataupun orang tua siswa tidak apa-apa kita akan lanjutkan bagi kesehatan anak yang membutuhkan," ungkapnya.

Vaksin MR dianggap sangat penting bagi kesehatan anak karena penyakit Campak dan Rubella dapat mengakibatkan seorang anak lumpuh bahkan meninggal.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help