Kuasa Hukum Appi-Cicu Kecewa dengan Putusan DKPP

Kekecewaan ini lantaran, DKPP tak memberikan sanksi etik kepada tiga komisioner Bawaslu Makassar.

Kuasa Hukum Appi-Cicu Kecewa dengan Putusan DKPP
hasim arfah/tribun-timur.com
Kuasa Hukum Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, Irfan Idham SH 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kuasa Hukum pasangan calon Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), Irfan Idham merasa kecewa dengan putusan majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kekecewaan ini lantaran, DKPP tak memberikan sanksi etik kepada tiga komisioner Bawaslu Makassar.

"Kalau kami setujui dengan pendapat Ida, dia memahami masalah kejadian ini adalah kasus etik," kata Idham, Rabu (22/8/2018).

Komisioner Bawaslu RI, Ida Budiarthi menyebutkan, DKPP menilai sikap dan perilaku para teradu menerima sengketa pemilihan terhadap keputusan KPU Kota Makasar atas putusan Mahkamah Agung, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Baca: Tanggapi Laporan Appi-Cicu, DKPP Sidang Nursari Cs di Bawaslu Sulsel

Idham mengatakan ketiga komisioner Bawaslu Kota Makassar melanggar Perbawaslu No 18.

"Itu diyakini sendiri oleh Ibu Ida," katanya.

Sehingga, dia menyarankan aturan tentang DKPP dan perekrutan Komisioner DKPP ke depan memilih orang-orang yang paham masalah persidangan dan hukum tata negara.

Sebelumnya, DKPP) RI menyelamatkan karier tiga anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar dalam sidang di Kantor DKPP, Jakarta, Selasa (22/8/2018).

Ketiga komisioner Bawaslu Makassar yang dilaporkan yakni Nursari, Abdillah Mustari dan Nur Mutmainnah.

Berdasarkan surat DKPP, Rabu (22/8/2018), empat dari lima pimpinan sidang kode etik Bawaslu Kota Makassar menolak gugatan dari pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help