DKPP Menolak Aduan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti

Sebelumnya, Danny-Indira melaporkan kelima komisioner KPU Makassar karena dianggap tak menjalankan putusan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwas)

DKPP Menolak Aduan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti
Pasangan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari berdoa bersama sebelum menuju kantor KPU Makassar, Senin (8/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menolak secara keseluruhan pengaduan dari Moh Ramdhan "Danny" Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti kepada komisi pemilihan umum (KPU) Kota Makassar, Selasa (22/8/2018).

Dalam surat keputusan (SK) DKPP dengan nomor 106/DKPP-PKE-VII/2018, DKPP merehabilitasi nama baik Syarief Amir, Abdullah Mansyur, Andi Syaifuddin, Rahma Sayed, dan Wahid Hasyim Lukman, masing-masing selaku Ketua merangkap anggota dan anggota KPU Kota Makassar terhitung sejak putusan ini dibacakan;

DKPP kemudian memerintahkan KPU Provinsi Selawesi Selatan untuk melaksanakan putusan
ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak putusan ini dibacakan; dan memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk
mengawasi pelaksanaan Putusan ini.

Sebelumnya, Danny-Indira melaporkan kelima komisioner KPU Makassar karena dianggap tak menjalankan putusan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) yang memerintahkan kepada KPU Makassar untuk mengembalikan Danny-Indira sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar periode 2019-2024.

Namun, KPU Makassar enggan menjalankan putusan Bawaslu Makassar karena putusan diskualifikasi Danny-Indira adalah perintah dari Mahkamah Agung.

MA memerintahkan KPU Makassar tetap mendiskualifikasi Danny-Indira atas laporan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar periode 2019-2024, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) mendiskualifikasi Danny-Indira karena dianggap Danny Pomanto melakukan mutasi jabatan enam bulan sebelum Pilwali Makassar 2018.

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved