Iduladha 1439 H

Tak Pandang Kaya atau Miskin, Semua Berhak Terima Daging Kurban

Sehari menjelang Iduladha, Pengurus Masjid Raya Makassar telah menerima beberapa ekor sapi kurban dari masyarakat.

Tak Pandang Kaya atau Miskin, Semua Berhak Terima Daging Kurban
sanovra/tribuntimur.com
Petugas dari Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DP2) Kota Makassar melakukan pemeriksaan ternak sapi di samping Masjid Al Markaz, Kecamatan Bontoala, Jl Masjid Raya, Makassar, Senin (6/8). Puluhan ternak sapi diperiksa di lokasi tersebut. Pemeriksaan rutin ini dilakukan untuk mengecek kelayakan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sehari menjelang Iduladha, Pengurus Masjid Raya Makassar telah menerima beberapa ekor sapi kurban dari masyarakat.

Pengurus Masjid Raya Makassar sekligus panitia pemotongan hewan kurban, ustadz Muhamad Syahril mengatakan, pemotongan hewan kurban akan dimulai besok setelah Salat Idul Kurban dilaksanakan.

Terkait pembagian daging kurban, Syahril mengatakan pihak panitia telah memiliki daftar siapa yang akan mendapat daging kurban.

"Jadi kami bikin daftar siapa penerimanya, kalau ada lebih nanti dri daftar kami lihat siapa orangtua yang datang yang akan kami kasih, anak-anak tak kami kasih dulu, jangan sampai nanti dobel dalam satu keluarga," kata Syahril, Selasa (21/8/2018).

Syahril menjelaskan, dalam pembagian daging kurban tak ada istilah tidak tepat sasaran, karena semua berhak menerima.

"Pembagian kurban tak ada istilah dalam fiqih hukum Islam itu salah sasaran dalam penyaluran hewan kurban, karena hewan kurban tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang fakir miskin, orang kaya boleh, hadiah namanya. Kalau orang miskin sedekah. Jadi tak ada salah sasaran," kata dia.

Syahril juga mengungkapkan, pihak Masjid Raya tak memakai kupon dalam pembagian kurban, seperti yang umunya dilakukan karena dikhawatirkan jumlah daging tak sesuai jumlah kupon yang dikeluarkan.

"Kita pernah pakai kupon, tapi ada kendalanya. Kita harus atur dengan baik, karena kalau berbicara takaran, bisanya seekor sapi perkiraan jumlah dagingnya meleset, awalnya kita anggap 60-70 kilo, setelah disembelih ternyata tidak sampai. Jadi kami hati-hati mengeluarkan kupon, jangan sampai kupon masih ada tapi daging habis," kata dia.

"Untuk mekanismenya, tahun lalu kita kasih tiga kilo ke yang berkurban, nah tahun ini kami tambahkan dua kilo, jangan sampai ada tetangga atau kerabatnya yang ingin diberi daging kurban," jelasnya.

Penerimaan hewan kurban di Masjid Raya sendiri akan berlangsung hingga H+3 lebaran. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved