Desak PAW Asman, Ketua Bappilu NasDem Bawa Massa ke DPRD Enrekang

Menurut Syukur, DPRD Enrekang seharusnya mempercepat proses PAW Asman dengan segera memproses surat yang baru masuk

Desak PAW Asman, Ketua Bappilu NasDem Bawa Massa ke DPRD Enrekang
Muh.Asiz Albar/tribunenrekang.com
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem Enrekang, Abdul Syukur Djamadi (kiri)yang merupakan calon pengganti Asman datang bersama simpatisannya ke Kantor DPRD Enrekang, Selasa (21/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Polemik Pengganti Antar Waktu (PAW) Ketua NasDem Enrekang, Asman yang mengundurkan diri dari kursi DPRD Enrekang lantaran bertarung pada Pilkada lalu terus berlanjut.

Kali ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem Enrekang, Abdul Syukur Djamadi yang merupakan calon pengganti Asman datang bersama simpatisannya ke Kantor DPRD Enrekang, Selasa (21/8/2018).

Kedatangannya ke kantor DPRD Enrekang itu untuk mempertanyakan dan mendesak DPRD Enrekang segera memproses surat balasam dari KPU Enrekang terkait Pengganti Antar Waktu (PAW) kursi Ketua NasDem Enrekang, Asman yang telah mundur lantaran terpilih sebagai Wakil bupati Enrekang.

Mereka diterima oleh empat legislator, yakni Bachtiar Siampa (PKS), Amin Palmansyah (PKS), Dedi Bachtiar (Golkar) dan Amma Leha (Golkar).

Menurut Syukur, DPRD Enrekang seharusnya mempercepat proses PAW Asman dengan segera memproses surat yang baru masuk dari KPU terkait nama dirinya yang diusulkan menggantikan Asman.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan adanya keinginan dari DPRD Enrekang menggelar Rapat Bamus untuk menentukan jadwal pelantikan, Hardi (pemenang nomor urut dua) sebagai pengganti Asman.

Padahal, Hardi telah mendapatkan SK Pemberhentian dari DPP NasDem sehingga bukan lagi menjadi kader NasDem karena pernah bertarung di arena Pilkades tahun lalu.

"Semua keputusan di NasDem itu, berasal dari DPP, jadi jika sudah SK Pemberhentian maka otomatis Hardi bukan lagi kader NasDem, jadi jangan sampai DPRD melantik orang yang bukan kader Parpol," kata Syukur.

Apalagi, lanjut Syukur, sudah ada surat balasan dari KPU yang menjawab surat dari DPRD sebelumnya yang mengusulkan Abdul Syukur Djamadi sebagai pengganti Asman di DPRD.

"Jadi seharusnya DPRD Enrekang bisa segera menindak lanjuti surat dari KPU tersebut, jangan langsung menetapkan Hardi sebagai pengganti Asman, dan perlu ditegaskan NasDem tentu akan menempuh upaya hukum jika yang dilantik bukan kadernya," ujar Syukur.

Ia menambahkan, pihaknya menyambangi DPRD Enrekang untuk menegakkan keadilan.

"Yang saya perjuangkan itu siri' kami dan hak kami. Jadi yang kami perjuangkan bukan persoalkan duduknya kapan tapi yang jelas jangan rampas hak kami," tuturnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved