Wacana Liga 1 Tanpa Striker Asing, Najib: Kurang Tepat

Najib yang juga mantan pemain PSM era 80-an ini menilai potensi pemain lokal sebenarnya bisa ditingkatkan.

Wacana Liga 1 Tanpa Striker Asing, Najib: Kurang Tepat
TRIBUN TIMUR/ILHAM MULYAWAN
Mantan pemain PSM Makassar era 80-an, Najib Latandang

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mulyawan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baru-baru ini operator kompetisi Liga 1 membuat sebuah wacana untuk meniadakan striker asing pada Liga 1 tahun 2019. Hal ini mencuat dengan tujuan memberi kesempatan striker lokal berkembang.

Sebagai gambaran saja, dalam daftar top scorer Liga 1 sejauh ini, masih dikuasai oleh para striker asing. Masing-masing Fernando Rodriguez dengan 14 gol, Ezechiel N’Douassel (13 gol), David da Silva (11 gol), baru kemudian disusul barisan striker lokal yakni Samsul dan Lilipaly dengan 10 gol.

Ada yang pro maupun kontra dengan wacana itu. Menurut pandangan mantan Penasehat Teknis PSM, Najib Latandang, wacana operator menghapus kuota striker asing tahun depan dinilai kurang tepat untuk dijalankan.

Toh, mengurangi kuota pemain asing untuk posisi striker disebutnya bisa mengurangi kualitas kompetisi itu sendiri. “Begini, kuota (pemain) asing bisa saja (dikurangi). Tapi bukan pada persoalan posisinya. Kehadiran striker asing itu sebenarnya diharapkan menjadi motivasi atau pemicu semangat bagi striker lokal untuk berkembang,“ tuturnya.

Baca: Tim Diliburkan, Fullback Muda PSM Wasiyat Pilih Latihan di Kaligowa

Baca: Penyerang Anyar PSM Ini Masih Mandul, Eh Striker Borneo FC Matias Conti Sudah Cetak Gol dan Assist!

“Nyatanya kan tidak demikian, terkesan sekarang pemain lokal itu yang penting sudah dikontrak kemudian jalankan kewajiban berlatih, tapi mereka yang terlihat ada kemauan meningkatkan skill agar bisa bersaing mungkin bisa dihitung jari saja,“ lanjutnya.

Najib yang juga mantan pemain PSM era 80-an ini menilai potensi pemain lokal sebenarnya bisa ditingkatkan, bahkan melebihi pemain asing jika dibina sejak usia dini. Sehingga disinilah tanggung jawab setiap pemilik klub untuk turut mengembangkan pemain muda.

“Kalau dari pembinaan bagus, yakin saja nanti bakal menjadi pemain hebat. Jadi sebenarnya bukan salah dari kehadiran pemain asingnya, tapi dari pembinaan pemain muda kita yang masih belum baik,“ katanya.

Tak dipungkiri saat ini para pemain asing, khususnya berposisi striker cukup mendominasi di beberapa klub. Bahkan tak sedikit dari mereka kemudian dinaturalisasi hingga menjadi andalan timnas sepak bola Indonesia. Contoh saja Alberto “Beto” Goncalves dan Ilija Spasojevic.

Tapi tidak sedikit pula striker asing yang melempem, sebut saja Bruce Djite. Striker yang memperkuat PSM di putaran pertama ini lebih banyak berkutat dengan cedera hingga ia dicoret awal putaran kedua.(*)

Penulis: Ilham Mulyawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help