STPP Gowa Cetak 93 Sarjana Sains Terapan

Bertempat di Aula Syech Yusuf STPP Gowa, sidang senat dibuka Ketua STPP Gowa Dr Ir Syaifuddin, MP.

STPP Gowa Cetak 93 Sarjana Sains Terapan
HANDOVER
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa melaksanakan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa untuk mewisuda 93 mahasiswa, Senin (20/8/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa melaksanakan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa untuk mewisuda 93 mahasiswa, Senin (20/8/2018).

Wisudawan terdiri dari jurusan Penyuluhan Pertanian sebanyak 48 orang dan jurusan Penyuluhan Peternakan sebanyak 45 orang.

Bertempat di Aula Syech Yusuf STPP Gowa, sidang senat dibuka Ketua STPP Gowa Dr Ir Syaifuddin, MP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dr Ir Momon Rusmono, MS turut hadir.

Dalam Pidatonya, Dr Ir Syaifuddin mengatakan, Wisuda merupakan momen penting dan strategis.

Karena melalui wisuda ini, segenap sivitas akademika STPP Gowa melakukan evaluasi diri dan bentuk pertanggungjawaban STPP Gowa ke publik.

Wisuda pada hari ini adalah bukti dan komitmen STPP Gowa untuk menghasilkan Sarjana Sains Terapan (SST) di bidang penyuluhan pertanian dan peternakan yang siap mengabdikan diri sesuai tuntutan masyarakat.

Keberhasilan para wisudawan meraih gelar Sarjana Sains Terapan tidaklah mudah,  melainkan dengan kerja keras.

Dalam waktu yang lama, meninggalkan keluarga, bahkan kadang-kadang harus berada di dalam tekanan akademik.

Dengan meningkatnya latar belakang pendidikan diharapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan wisudawan dapat meningkat.

Dengan meningkatnya latar belakang pendidikan maka kemampuan analisis wisudawan juga meningkat dari analisis menengah/sederhana menjadi analisis mendalam dan kompleks.

Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia, disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industry 4,0 yakni menekankan pada pola digital ekonomi, artificial intelligen, big data, robotic yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Menghadapi tantangan tersebut, perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah. Perguruan tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industry 4,0.

Kurikulum dan metode pendidikan harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industry yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk menghadapi arus globalisasi dan disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Sda 5 kualifikasi yang dibutuhkan untuk menghadapi era tersebut, yaitu pertama educational competence, kedua competence in research, ketiga competence for technological commercialization, keempat competence in globalization, dan kelima competence in future strategy.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help