Tribun Nongki Bareng Sandiaga Uno

Kelakuan Tak Terduga Sandiaga Uno, 'Rahasia' Toilet, Request di Musala Bikin Nganga

Pada kunjungan sekitar 30 menit ini,calon wakil presiden dari Prabowo Subianto ini menyampaikan berbagai hal.

Kelakuan Tak Terduga Sandiaga Uno, 'Rahasia' Toilet, Request di Musala Bikin Nganga
AZIS
Calon Wakil Presiden (Cawapres), Sandiaga Uno mengaku senang berkunjung lagi ke Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Senyum terus mengembang dari bibir Sandiaga Salahuddin Uno, bakal calon Wakil Presiden (Wapres) RI saat tiba di kantor Tribun Timur, Jl Cenderawasih No 430, Makassar, Minggu (19/08/2018) sekitar pukul 13.25 wita.

Tak ada protokoler maupun pengawalan khusus bersamanya.

Tak ada pula kekakuan dari mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut laiknya aktivitasnya sebelum jadi orang penting.

Dia turun dari kendaraan yang ditumpanginya, Toyota Hiace, setelah mantan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, serta politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Yusran Paris.

Mengenakan kemeja berwarna biru muda dipadukan celana warna krem, pria berkacamata ini langsung naik ke lantai dua.

Dia tak langsung masuk di ruang rapat yang disiapkan untuk bertatap muka dengan kru Tribun Timur. “Saya mau Salat dulu, sekaligus pipis,” kata Sandi bergegas menuju toilet di depan musala.

Keluar dari toilet dia sudah berganti kostum. Dia mengenakan kaos berkerah berwarna biru agak tua. “Maaf mas kalau bisa ndak usah difoto khawatirnya jadi riya,” ujar Sandi singkat sebelum berwudhu. Setelah itu dia masuk musala menunaikan salat Zuhur. Salat diimami Agus.

Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno berkunjung ke Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Minggu (19/8/2018).
Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno berkunjung ke Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Minggu (19/8/2018). (HASIM)

Setelah salat barulah Sandi memasuki ruang pertemuan setelah sebelumnya menyalami satu persatu kru Tribun yang menyambutnya.

“Kali ini saya didampingi Pak Wagub dan beberapa teman di sini yang didominasi teman-teman pengusaha,” ujarnya mengawali diskusi.

“Waktu saya jadi pengusaha saya mencoba peruntungan menjadi penulis, rupanya ndak gampang jadi penulis itu, saya selalu terobsesi ingin membuat ibu saya senang dan ibu saya senang itu saya teringat bisa ada karya tulis yang termuat di Kompas. Tapi sekarang sudah ndak sempat lagi nulis,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help