Home »

Maros

Buah Markisa Seberat 0,5 Ton Asal Jeneponto Diekspor ke Singapura

Sebelum dikirim, petugas Karantina Tumbuhan melakukan pemeriksaan kelayakan dan memberikan jaminan komoditas bebas dari hama dan penyakit berbahaya.

Buah Markisa Seberat 0,5 Ton Asal Jeneponto Diekspor ke Singapura
Ansar/Tribun
Kepala Bidang Karantina Tumbuhan BBKP Makassar, Abdul Rahman memperlihatkan jenis buah markisa Jeneponto yang diekspoe ke Singapura. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar mengekspor buag Markisa sebanyak 0,5 ton 40 koli, asal Jeneponto, Sulawesi Selatan tujuan Singapura, Senin (20/8/2018).

Pelepasan ekspor markisa tersebut, berlangsung di regulated agen Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Mandai, Maros.

Sebelum dikirim, petugas Karantina Tumbuhan melakukan pemeriksaan kelayakan dan memberikan jaminan komoditas bebas dari hama dan penyakit berbahaya.

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan BBKP Makassar, Abdul Rahman mengatakan, sebelum diekspor, komoditas pertanian tersebut terlebih dahulu diperiksa untuk menjamin keamanan dan kelayakan markisa tersebut.

"Tugas kami dari karantina pertanian, hanya memberikan jaminan markisa ini bisa laku diluar negeri. Kami berikan jaminan sertifikat kesehatan saat konsumsi markisa," katanya.

Petugas Karantina telah memberikan jaminan komoditas tersebut, bebas dari hama penyakit yang berbahaya. Markisa tersebut layak untuk dikonsumsi.

Markisa yang diekspor tersebut berasal dari Kabupaten Jeneponto. Markisa Jeneponto memiliki tekstur kulit berwana ungu. Biasanya buah tersebut digunakan untuk bahan makanan dan minuman.

"Yang kita ekspor, yakni buah markisa dari Jeneponto sebanyak 500 kilogram, 40 koli. Markisa itu kita kirim menuju Singapura. Itu jenis markisa dataran rendah, berkulit ungu," katanya.

Rahman menjamin, buah markisa Jeneponto masih segar saat sampai di negara tujuan. Pasalnya, usai dipetik dari pohonya, markisa tersebut langsung dikemas.

Setelah pemeriksaan, markisa dikirim ke negara tujuan melalui maskapai Garuda Indonesia.

General Manager Cargo PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Area Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua Dwigatry Emile Burhanuddin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan supaya markisa Jeneponto sampai ke Singapura dengan aman.

"Pengawalan pasti kam lakukan sesuai prosedur yang ada. Kita memastikan prosesnya berjalan dengan baik, dari regulated agen langsung masuk ke gudang ekspor," katanya.

Markisa tersebut diterbangkan ke Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan penerbangan Internasional menuju Singapura.

Kegiatan pelepasan komoditas ekspor tersebut dihadiri Kasi Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan M Ikbal, dan Kasi Informasi Dan Sarana Teknik Karantina Tumbuhan BBKP Makassar M Hendry. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help