Rogoh Kocek Rp 1 M, Kakek 66 Tahun di Bone Sah Peristri Sulpaidah

Pernikahan yang digelar dengan prosesi budaya adat Bugis Makassar dikediaman wanita berlangsung meriah.

Rogoh Kocek Rp 1 M, Kakek 66 Tahun di Bone Sah Peristri Sulpaidah
justang m/tribunbone.com
Muhammad Alwi Dg Makkelo (66) yang berstatus duda akhirnya resmi menikahi gadis A Sulpaidah (35). 

Laporan Wartawan TribunBone.com, Justang Muh

TRIBUNBONE.COM, CINA - Muhammad Alwi Dg Makkelo (66) yang berstatus duda akhirnya resmi menikahi gadis A Sulpaidah (35).

Pernikahan tersebut berlangsung di kediaman wanita di Dusun Bulu Dua, Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (19/8/2018).

Pernikahan yang digelar dengan prosesi budaya adat Bugis Makassar dikediaman wanita berlangsung meriah.

Sebelumnya, lamaran keduanya, Rabu (8/8/2018) lalu sempat viral di media sosial lantaran terpaut usia 30 tahun ditambah pemberian mewah Alwi kepada Sulpaidah.

M Alwi Dg Makkelo (66), warga Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone adalah pria kelahiran 1 Januari 1952, sementara Sulpaidah gadis kelahiran 10 Oktober 1982.

Kakek Alwi menikahi Sulpaidah dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 miliar. Saat lamaran lalu, Alwi memberikan uang tunai Rp 200 juta sebagai uang panaik, satu rumah type 54 sebagai maharnya.

Baca: Kakek Lamar Gadis Bone dengan Panaik Mobil dan Rumah Rupanya Pengusaha Properti

Baca: Dg Makkelo Lamar Gadis Bone, Panaiknya Rp 200 Juta, Emas 100 Gram, Honda CRV dan Rumah

Kemudian, satu unit mobil Honda HR-V serta satu set perhiasan emas sebagai hadiah biasa.

"Ada Rp 200 juta, mobil Honda HRV, 1 stel mas, dan satu unit rumah (BTN) diserahkan lengkap dengan surat-suratnya atas nama mempelai wanita," kata Kades Tanete Harapan A Paelori.

Andi Sulpaidah beberapa waktu lalu mengaku mengenal suaminya tujuh tahun lalu. "Saya kenal sudah tujuh tahun lebih karena dia atasannya saya di kantor," ungkapnya.

Diketahui, M Alwi Dg Makkelo adalah pengusaha Real Estate atau pengembang perumahan. Alwi merupakan pemilik Perusahaan PT Harfana Halim Indah yang berdiri sejak tahun 1985.

Perusahaan di bawah bendera PT Harfana Halim Indah tersebar sejumlah provinsi seperti Sulawesi Selatan Sulawei Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Sementara A Sulpaidah adalah karyawan atau pegawai Alwi yang bekerja dibagian pemasaran perumahan PT Harfana Halim Indah.(*)

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help