HUT ke 73 RI

Suporter PSM: Merdeka, Tanpa Kecurangan di Sepakbola!

"Arti kemerdekaan sebagai suporter, melihat tim kebanggaan PSM Makassar berjuang di lapangan hijau dengan lepas, tenang, enjoy, tanpa tekanan

Suporter PSM: Merdeka, Tanpa Kecurangan di Sepakbola!
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Dedengkot kelompok suporter Laskar Ayam Jantan (LAJ), Uki Nugraha alias Dg Uki menyambangi Hotel Java Paragon, tempat tim PSM Makassar menginap selama di Surabaya, Jumat (2/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Seantero negeri tengah merayakan HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, Jumat (17/8). Perayaan berlangsung secara sukacita, tak jarang banyak diantara warga Indonesia memposting ucapan serta harapannya di HUT ke-73 Indonesia ini.

Namun tak jarang, makna kemerdekaan juga tak melulu soal bela negara atau tentang kecintaan terhadap negara. Dg Uki misalnya, dedengkot kelompok suporter Laskar Ayam Jantan (LAJ) ini memiliki makna kemerdekaan yang lebih sederhana.

Sebagai suporter fanatik PSM Makssar dan pecinta sepakbola Indonesia, makna kemerdekaan yang diungkap Dg Uki terkait dengan kemajuan olahraga si "kulit bundar" itu.

Dg Uki mengatakan bahwa sudah saatnya sepakbola Indonesia jauh dari kecurangan. Sebab kemerdekaan yang diraih para pendahulu pasti menginginkan negara yang maju, bermatabat dan disegani dunia.

"Tetapi semuanya belum tercapai karena ada hal buruk yang sedang dijalankan dalam sepakbola kita," katanya, Jumat (17/8).

Ia menambahkan dengan kondisi demikian, tim tertua seperti PSM akan kesulitan meraih gelar juara. Pemerataan dalam prestasi di sepakbola pun menjadi persoalan akibat adanya segelintir orang yang mampu mempengaruhi hasil pertandingan.

"Arti kemerdekaan bagi saya sebagai suporter, ketika melihat tim kebanggaan saya PSM Makassar berjuang di lapangan hijau dengan lepas, tenang, enjoy, tanpa tekanan, tanpa kecurangan-kecurangan dari perangkat pengadil yang disebut wasit. Hanya itu kemerdekaan yang saya rindukan," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Presiden Red Gank, Sul Dg Kulle. Menurutnya merdeka sekarang bukan lagi melawan penjajah atau negara lain, melainkan melawan diri atau negara sendiri.

Kemajuan negara akan terhambat dengan adanya oknum-oknum yang ingin merusak sepakbola Indonesia. Hal ini tak lepas dari intrik kelompok tertentu yang membuat sepakbola Indonesia tak maju-maju.

"Jangan harap Indonesia berbicara banyak dipentas sepakbola dunia, jika digelaran Liga domestik saja masih terus muncul kecurangan-kecurangan. Kami selaku suporter menginginkan keadilan terutama tim yang kami banggakan, PSM Makassar," ujarnya.

Penulis: Alfian
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help