Zulkifli Nekat Jambret Siswa Maros Buat Bayar Cicilan Motor

Pria yang memiliki istri berprofesi sebagai tenaga medis tersebut mengaku menyesali perbuatannya.

Zulkifli Nekat Jambret Siswa Maros Buat Bayar Cicilan Motor
handover
Polsek Turikale menginterogasi warga Dusun Batunappara, Desa Baruga, Bantimurung, Maros, Zulkifli alias Zul usai menjambret anak sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Warga Dusun Batunappara, Desa Baruga, Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, Zulkifli alias Zul (39) dibekuk oleh Polsek Turikale, setelah menjambret ponsel milik seorang siswa SMP, Nasrah (13), Jumat (17/8/2018)

Zul mengaku menjambret lantaran ingin membayar kredit motor Yamaha R15-nya. Pasalnya, motor dengan harga tunai kisaran Rp 36 juta tersebut sudah jatuh tempo. Jika tidak segera dibayar, maka pembiayaan akan menariknya.

Selain itu, hasil curian juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Zul menjadi pengangguran setelah dipecat sebagai sekuriti.

"Saya baru dua kali jambret. Semua anak sekolah. Hasil jambretan, saya jual untuk bayar (kredit) motor. Motor Honda BeAT sudah lunas, tapi R15 belum," kata Zul saat berada di Mapolsek Turikale.

Baca: Jambret Anak Sekolah, Warga Bantimurung Maros Ditangkap di Turikale

Baca: Resmob Polres Luwu Ringkus 2 Pelaku Jambret yang Kerap Berkeliaran di Belopa

Dia mengaku terpaksa beralih profesi lantaran tidak memiliki penghasilan lagi. Sementara istri dan anaknya juga butuh dinafkahi.

Pria yang memiliki istri berprofesi sebagai tenaga medis tersebut mengaku menyesali perbuatannya. Jika sudah bebas, dia tidak mau lagi menjambret.

Zul berakasi saat Nasrah pulang dari Lapangan Pallantikang, menuju ke rumahnya di Jl Nasrun Amrullah Turikale.

Kapolsek Turikale, Kompol Agussalim menjelaskan kronologi penjambretan ponsel Samsung J5 Prime milik korban.

Berawal saat korban pulang dari Lapangan Pallantikang Pemkab Maros, menyaksikan upacara penaikan bendera.

Usai waktu Salat Jumat, korban pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Saat itu, korban memegang ponselnya lantaran sementara melihat hasil jepretannya.

Saat sampai di dekat warung kopi samping Mapolsek, korban memasukkan ponselnya ke saku celana kanan. Tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan menjambret ponsel korban.

"Setelah ponselnya diambil oleh pelaku, korban menangis. Jadi ada warga yang mengantarnya ke Polsek untuk melapor. Setelah kami terima laporan, anggota langsung melakukan pengejaran," tuturnya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved