Rayakan Kemerdekaan, Mapala 45 Lakukan Hal ‘Berisiko’ di Enrekang

Lokasi pembentangan bendera merah putih adalah situs peninggalan pra sejarah dan kuburan menempel di tebing.

Rayakan Kemerdekaan, Mapala 45 Lakukan Hal ‘Berisiko’ di Enrekang
Mapala 45 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banyak cara ikut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan RI.

Satu di antaranya membentangkan bendera merah putih ukuran 30 meter kali 15 meter di tebing dengan ketinggian 164 meter, Jumat (17/8/2018).

Tepatnya di Tebing Mandu (Tontonan), Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Itulah yang dilakukan tim dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) 45.

Aksi pembentangan bendera merah putih itu dilakukan mulai pukul 07.30 dan selesai pukul 10.00 wita.

Mapala 45 membentangkan bendera berukuran 30 m x 15 m di Tebing Mandu (Tontonan), Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Jumat (17/8/2018).
Tebing Mandu di Enrekang

Aksi mereka disaksikan undangan dari bappenda, dinas kesehatan selaku tim medis, pemerintah Keluruhan Tanete, dan masyarakat setempat.

Tim pembentangan bendera merah putih itu terdiri atas satu tim penerjun yang beranggotakan 10 orang.

Seorang di antaranya adalah mahasiswi bernama Veronika.

Ada juga tim safety yang beranggotakan lima orang dan tim pendamping tiga orang.

Mereka dibantu tim dokumentasi dan tim pendukung yang beranggotakan 13 orang dari dua kelompok pencinta alam (KPA) yakni KPA Jari Makassar dan KPA Lembayung.

Mapala 45
Mapala 45 ()

Merujuk rilis yang diterima tribun-timur.com, beberapa menit lalu, para aktivis Mapala 45 ini menuju Enrekang sejak Rabu (15/8/2018) lalu.

Halaman
12
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved