OPINI

OPINI Syahrul Yasin Limpo: Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan

Punna tena siri'nu paccenu seng paknia. Bagian pertama dari dua tulisan.

OPINI Syahrul Yasin Limpo: Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyalami petugas kebersihan di area rumah jabatan Gubernur jalan Jl Jendral Sudirman Makassar, Kamis (5/4/2018). Jelang akhir masa jabatannya, SYL memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada orang-orang disekitanya. tribun timur/muhammad abdiwan 

Sumber Kedaulatan
Sungguh bijaksanalah suatu pemerintahan, bilamana di saat berkuasa, mereka yang memerintah mau memperhatikan nasib rakyat tanpa menyakiti hati rakyatnya.

Ini karena banyaknya pemimpim hanya berkampanye untuk meraih simpati masyarakat, dan berjanji untuk mensejahterahkan masyarakat.

Namun, setelah mereka duduk di singgasana pemerintahan, mereka lupa berdiri lupa akan janjinya, rakyatpun dipermainkan.

Sebagaimana terkandung dalam falsafat sebagai berikut, "Siri'na Tumabbuttaya Niyaki di Pammarentaya, Pakrupanna gauka niyaki ri tujaiya. Parentai taua di erokna, numaccarammeng ri kalannu. Nasaba Carammenga tena nalebba balle-balle (Harga diri masyarakat ada dalam pemerintah, wujud dan pelaksanaan pembangunan ada pada rakyat.

Memerintahlah sesuai dengan keinginan masyarakat banyak. Bercerminlah pada dirimu sendiri, karena cermin tak pernah berbohang).

Makna ungkapan tersebut adalah suatu pemerintahan dengan pembangunan yang dijalankan tak mungkin bisa terwujud dengan baik tanpa ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Demikian pun sebaliknya, masyarakat tidak akan mampu membangun daerahnya tanpa ada pemerintah yang mengaturnya. (*)

Catatan: Tulisan ini telah terbit di koran Tribun Timur edisi cetak, Rabu 15 Agustus 2018

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved