Home »

Opini

OPINI

OPINI Syahrul Yasin Limpo: Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan

Punna tena siri'nu paccenu seng paknia. Bagian pertama dari dua tulisan.

OPINI Syahrul Yasin Limpo: Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyalami petugas kebersihan di area rumah jabatan Gubernur jalan Jl Jendral Sudirman Makassar, Kamis (5/4/2018). Jelang akhir masa jabatannya, SYL memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada orang-orang disekitanya. tribun timur/muhammad abdiwan 

Pengertian pacce/pesse secara harfiah bermakna perasaan pedih dan perih yang dirasakan meresap dalam kalbu seseorang karena melihat penderitaan orang lain.

Pacce ini berfungsi sebagai alat penggalang persatuan, solidaritas, kebersamaan, rasa kemanusiaan, dan memberi motivasi pula untuk berusaha, sekalipun dalam keadaan sangat pelik dan berbahaya.

Apabila siri na pacce sebagai pandangan hidup tidak dimiliki seseorang, akan dapat berakibat orang bertingkah laku melebihi binatang.

Karena tidak ada lagi harga diri padanya, selain itu hanya mementingkan diri sendiri, juga tidak ada rasa kepedulian dan perhatian terhadap kepentingan masyarakat.

Dalam budaya Bugis-Makassar, ada suatu istilah yang tidak kalah pentingnya juga yang dinamakan prinsip/budaya sipakatau.

Budaya sipakatau ini tumbuh dan berkembang terjabarkan pada penilaku siri na pacce.

Siri di sini adalah sebuah kehormatan atau harga diri seseorang, sedang Pacce adalah rasa pedih yang sangat mendalam terhadap sesama, bila ada rekannya dalam keadaan kesulitan.

Seorang pemimpin yang menerapkan budaya sipakatau yang dilandasi siri' na pacce, akan merasakan penderitaan rakyatnya dan membuat mereka selalu menyatu dengan rakyatnya. Sekaligus membantunya.

Dengan budaya sipakatau, seorang pemimpin dalam melakukan tugasnya, ia melihat rakyatnya sebagai seorang 'tau' atau manusia.

Artinya pemimpin memperlakukan rakyatnya sebagai seorang manusia dan rakyatpun akan melihat pimpinannya sebagai seorang manusia yang berbudi luhur.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help