Dorong Peningkatan Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan ini

OJK bersama Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dan sinergi kebijakan.

Dorong Peningkatan Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan ini
muh abdiwan/tribun-timur.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), gelar Journalist Update OJK Kantor Regional 7 Sulampapua di Cafe The Boss, Jalan Botolempangan, Makassar, Jumat (3/8/2018). OJK menyebut perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan posisi Juni 2018 masih tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat resiko yang tetap aman. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Agustus 2018 untuk mendorong ekspor dan pertumbuhan perekonomian nasional

Paket kebijakan ini merupakan bagian dari rencana kerja OJK yang disiapkan sesuai dengan tugas dan fungsi OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan perekonomian ekonomi.

"Paket kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kredit dan pembiayaan di sektor produktif sehingga meningkatkan multiplier effect terhadap pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja serta mendorong ekspor. Kebijakan OJK tidak hanya melalui penyesuaian ketentuan, namun juga dapat dilakukan dalam bentuk mendorong sinergi antar Kementerian dan lembaga terkait, di antaranya melalui program bank wakaf mikro, BUMDES dan KUR Klaster," tutur Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Kamis (16/8/2018).

Indikator makro ekonomi nasional masih kondusif dengan stabilitas sektor jasa keuangan dan likuiditas di pasar keuangan yang masih terjaga.

Demikian pula indikator Protokol Manajemen Krisis di sektor jasa keuangan berada pada level normal, dengan permodalan dan likuiditas lembaga jasa keuangan yang masih memadai dengan tingkat risiko yang terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional cukup solid didukung oleh laju konsumsi yang cukup baik.

OJK bersama Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dan sinergi kebijakan.

"Kami memandang masih terdapat ruang yang cukup dalam koridor kehati-hatian untuk melaksanakan beberapa kebijakan yang diutamakan yang akan mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap menjaga stabilitas industri jasa keuangan nasional," katanya.

Kebijakan dalam mendorong ekspor dan industri penghasil devisa antara lain:
1. Memberikan insentif bagi lembaga jasa keuangan untuk menyalurkan pembiayaan ke industri yang berorientasi ekspor, industri penghasil barang substitusi impor dan industri pariwisata, di antaranya melalui penyesuaian ketentuan prudensial, seperti: ATMR, BMPK, Penyediaan Modal Inti dan Kualitas Aktiva.

2. Merevitalisasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui refocusing peran LPEI untuk lebih fokus pada pembiayaan industri berorientasi ekspor, meningkatkan peran LPEI dalam penyedia instrumen hedging untuk transaksi ekspor dan penyedia reasuransi untuk asuransi terkait ekspor.

Halaman
12
Tags
OJK
ekspor
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved