Menang di PN Takalar, Warga Desa Kale Ko'mara Tetap Kawal Pembangunan Bendungan Pamukkulu

Menanggapi putusan tersebut, warga Desa Kale Ko'mara menyatakan kesyukurannya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

Menang di PN Takalar, Warga Desa Kale Ko'mara Tetap Kawal Pembangunan Bendungan Pamukkulu
ihsan/tribuntakalar.com
Aliansi Masyarakat Pamukkulu Menggugat, Muallim Bahar, berpose sesaat sebelum memimpin demonstrasi bersama ratusan warga Desa Kale Ko'mara di depan Pengadilan Negeri Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Pattallassang, Takalar, Selasa (14/8/2018) siang 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, PATTALLASSANG - Takalar'>Pengadilan Negeri Takalar memenangkan gugatan warga Desa Kale Ko'mara atas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Takalar dan Kementerian PUPR tentang ganti rugi lahan warga yang digunakan dalam pembangunan Bendungan Pamukkulu, Selasa (14/8/2018) siang.

Berdasarkan putusan tersebut, PN Takalar memutuskan untuk menaikkan harga tanah Rp 50 ribu per meternya untuk ganti rugi tanah tahap I tersebut.

Menanggapi putusan tersebut, warga Desa Kale Ko'mara menyatakan kesyukurannya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

"Kami mengapresiasi PN Takalar atas putusan yang adil dan objektif. Kami juga ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Puspera Indonesia, KAMRI, GEMAR, APMI Takalar, HPPH dan juga rekan media yang telah membantu pemberitaan seperti Tribun Timur," ujar Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Pamukkulu Menggugat, Muallim Bahar.

Muallim mengatakan ia dan warga Desa Kale Ko'mara akan terus mengawal proses pembangunan Bendungan Pamukkulu.

"Akan terus kami kawal untuk menjamin terwujudnya keadilan. Terutama penilaian tahap dua dari Tim Appraisal. Masih ada 440 hektare yang akan dinilai," tambah Muallim.

Untuk diketahui, Bendungan Pamakkulu sedang dibangun di Desa Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, dengan total dana APBN mencapai Rp 1,6 Triliun yang dikelola oleh tiga penyedia jasa, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Daya Mulia Turangga KSO dan PT Nindya Karya (Persero).

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved