Mantan Gubernur Hingga Sekprov Sulsel Ramai-ramai Dum Randis

Hanya saja dari tiga pejabat, tercatat Abdul Latief yang membebaskan dua unit randis melalui lelang terbatas.

Mantan Gubernur Hingga Sekprov Sulsel Ramai-ramai Dum Randis
DOK TRIBUN TIMUR
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pemerintah rupanya memperhitungkan jasa para pemimpin yang telah mengabdi kepada negara.

Atas apresiasi itu, mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, dan mantan Sekda Sulsel Abdul Latief pun mendapat kesempatan untuk menguasai Kendaraan Dinas (Randis) dengan harga murah.

Hanya saja dari tiga pejabat, tercatat Abdul Latief yang membebaskan dua unit randis melalui lelang terbatas atau Dum.

Sedangkan Syahrul dan Agus hanya satu unit kendaraan.

Baca: Sempat Pakai Randis Kijang Inova Lalu Berganti Velfire, Begini Cerita Nurdin Abdullah

Informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, kendaraan yang dibeli Syahrul dan Agus masing-masing berjenis Toyota Alphard tahun 2008, sedangkan Latief itu kendaraan Pajero Sport dan Kijang Inova.

Kepala Biro Asset Hj Nurlina membenarkan hal tersebut.

Hanya saja, untuk penggunaan itu ia menyerahkan kepada Biro Umum untuk diterangkan.

"Mobil jabatan untuk pimpinan status penggunaannya ada di biro umum, biro aset hanya mencatat sebagai aset daerah. Tapi kalau penggunaan aset ada dimasing-masing OPD," katanya.

Kepala Biro Umum Sulsel Muh Hatta mengatakan, kendaraan yang dibebaskan melalui lelang para mantan kepala daerah dan pejabat Pemprov Sulsel ini sudah memenuhi syarat, yakni 7 tahun pemakaian.

Baca: VIDEO: Begini Kondisi Motor Randis Nganggur di Kantor DPRD Barru

"Rata-rata mereka dum mobip tua, yang baru atau pengadaan tahun 2017-2018 sudah kita tarik. Seperti Land Cruiser Pal Agus sama Alvard baru Pak Syahrul, " katanya, Rabu (15/7)

Ia menambahkan, pejabat negara yang telah masuk masa purna bhakti memiliki hak untuk memiliki Randis.

Hanya saja untuk mendapatkan itu, pejabat harus ikut dalam lelang kendaraan.

Terkait dengan harga, itu akan disesuaikan dengan kelaikan kendaraan tersebut.

"Pastinya kendaraan rusak dengan yang mesinnya bagus beda harganya. Nah disitu nanti kita hitung," tutur Hatta. (sal)

Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved