Hasil Investigasi Komnas PP-KIPI: Siswa SMPN 5 Takalar Meninggal Bukan Karena Imunisasi Campak

Martira Maddeppungeng menambahkan bahwa berdasarkan klasifikasi WHO tahun 2014, yang terjadi pada MA (13)

Hasil Investigasi Komnas PP-KIPI: Siswa SMPN 5 Takalar Meninggal Bukan Karena Imunisasi Campak
ihsan/tribuntakalar.com
Rombongan Dinas Kesehatan Takalar bersama KOMDA KIPI Sulsel saat berkunjung ke rumah duka di depan rumah duka di Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan, Takalar, Senin (13/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, PATTALLASSANG - Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP-KIPI) dan Komda PP-KIPI Sulawesi Selatan mengumumkan hasil investigas dan analisis terhadap kematian MA (13), siswa Takalar'>SMPN 5 Takalar yang meninggal sepekan setelah diimunisasi campak.

Dalam sebuah laporan kajian yang dikirimkan oleh investigator Komda PP-KIPI Sulsel, Dr dr Martira maddeppungeng Sp.A(K) kepada TribunTakalar.com hari ini, Rabu (15/8/2018), dijelaskan bahwa MA meninggal karena demam berdarah disertai syok (Dengue Shock Syndrome) atau DSS.

"DSS disebabkan oleh infeksi virus dengue yang berat. Hal ini ditandai dengan demam tinggi yang bersifat mendadak, terdapat pendarahan spontan dari hidung pada hari kelima perjalanan penyakit, intake tidak terjamin (pasien kurang asupan cairan) dan terdapat sumber infeksi di lingkungan penderita yaitu dua orang yang menderita demam berdarah," jelas Dr Martira dalam laporan yang diterima TribunTakalar.com.

Martira Maddeppungeng menambahkan bahwa berdasarkan klasifikasi WHO tahun 2014, yang terjadi pada MA (13) tidak berhubungan dengan imunisasi MR (koinsiden).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Nilal Fauziah menghimbau agar semua pihak yang terkait bisa menerima hasil investigasi Komnas dan Komda PP-KIPI Sulsel

"Saya berharap semua pihak bisa menerima hasil investigasi dari Komnas dan Komda PP-KIPI Sulsel. Kami juga tentu saja akan terus melaksanakan program imunisasi tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Nilal.

*Klarifikasi dan permohonan maaf: TribunTakalar.com meminta maaf atas kekeliruan pada nama mendiang. Nama yang bersangkutan adalah 'Muhammad Arfah (MA)', bukan 'Irfan' seperti tertulis pada pemberitaan sebelumnya. Demikian klarifikasi ini dibuat sebagai perbaikan.

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved