Ekspor Sulsel Dominan Nikel, Tujuannya ke Jepang

negara tujuan ekspor Sulawesi Selatan pada bulan Juli 2018 dengan nilai empat terbesar yaitu ke Jepang dengan nilai sebesar Rp 1,21 triliun

Ekspor Sulsel Dominan Nikel, Tujuannya ke Jepang
Nurul
Kepala Bidang Statistik Distribusi, Akmal, Membacakan siaran pers Berita Resmi Statistik di Kantor Badan Pusat Statistik, Jl Haji Bau, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada Juli 2018 tercatat mencapai US$ 111,81 juta atau Rp 1,63 triliun (kurs 1 dolar Rp 14.613)

Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,48 persen bila dibandingkan nilai ekspor Juni 2018 yang mencapai US$ 108,05 juta atau Rp 1,57 triliun.

Sementara, capaian Juli 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 52,75 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya di angka US$ 73,20 juta atau Rp 1,06 triliun.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal dalam jumpa pers di kantornya Jl Haji Bau Makassar menuturkan, bila dilihat dari negara tujuan ekspor Sulawesi Selatan pada bulan Juli 2018 dengan nilai empat terbesar yaitu ke Jepang dengan nilai sebesar US$ 83,11 juta atau Rp 1,21 triliun dengan share 74,33 persen; disusul Tiongkok dengan nilai US$ 18,60 juta atau Rp 271 miliar dengan share 16,64 persen.

"Lalu Filipina dengan nilai US$ 3,39 juta atau Rp 49,5 miliar dengan share 3,03 persen; dan Australia dengan nilai US$ 2,63 juta atau Rp 38,4 miliar (2,35 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan," katanya.

Dibandingkan dengan Juni 2018 nilai ekspor ke Jepang naik sebesar 3,55 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 46,23 persen, nilai ekspor ke Filipina menurun sebesar 12,18 persen dan nilai ekspor ke Australia menurun sebesar 5,05 persen.

"Jika dibandingkan dengan Juli 2017 maka nilai ekspor ke Jepang mengalami peningkatan 69,23 persen, nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 105,07 persen, dan nilai ekspor ke Australia meningkat sebesar 168,37 persen," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help