Dinas Pariwisata Bulukumba Didik Warga Bira Bisa Pidato Bahasa Inggris

Sejumlah warga ikut dalam seleksi tersebut, yang nantinya bakal ditampilkan untuk berpidato menggunakan Bahasa Inggris

Dinas Pariwisata Bulukumba Didik Warga Bira Bisa Pidato Bahasa Inggris
firki/tribunbulukumba.com
Rumah Belajar Bersama (RBB) di Kawasan Wisata Tanjung Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulsel, mengajari warga Bira untuk berinteraksi langsung dengan turis asing. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Selain mengajarkan Bahasa Inggris, Rumah Belajar Bersama (RBB) di Kawasan Wisata Tanjung Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulsel, juga melatih warga untuk mahir berpidato menggunakan Bahasa Inggris.

Kelas Bahasa Inggris yang dicetus oleh Dinas Pariwisata Bulukumba dengan menggandeng RBB melalui program English for Tourism in Bira ini, sedang menggelar seleksi pidato Bahasa Inggris.

Sejumlah warga ikut dalam seleksi tersebut, yang nantinya bakal ditampilkan untuk berpidato menggunakan Bahasa Inggris pada peringatan HUT ke 73 Republik Indonesia tahun 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muh Ali Saleng dalam rilisnya mengatakan, ada dua kategori pidato yang bakal ditampilkan, yakni kategori remaja dan dewasa.

"Kami ingin menunjukkan hasil dari belajar bersama di Baruga (Tempat pelatihan Bahasa Inggris di Bira). Mereka akan berpidato Bahasa Inggris dalam momen 17 Agustus dan juga di Festival Pinisi September 2018 mendatang," ujarnya.

Pengajar RBB, Firdaus Rusnandar mengatakan, menjelang hari H, latihan berlangsung cukup intens.

"Yang kami ikutkan nanti yang lolos seleksi internal saja. Bukan soal kemampuan bahasa asingnya yang dinilai tapi soal kepercayaan diri saat berpidato di depan khalayak ramai," tegasnya.

Pidato Bahasa Inggris itu sendiri, lanjut Firdaus, mengangkat materi mengenai potensi wisata Bulukumba.

Bukan hanya soal Bira namun beragam wisata bahari dari Selatan Sulsel yang cukup memukau, seperti tebing-tebing indah dan warisan budaya Pinisi yang kini telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya dunia takbenda.

"Tak berhenti disitu saja, pidato juga menyinggung soal tanah adat Kajang yang dikenal dengan kesederhanaannya dan keberhasilannya melindungi hutan. Selanjutnya menyinggung daerah pegunungan Kindang dengan single origin Kopi Kahayya," tutur Firdaus.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved