Pemuda Pusaka Mandar Salogang Ikut Serta di Pameran Pusaka Bumi Lasinrang

Komunitas pusaka wakil Sulbar tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Pusaka Bumi Lasinrang (PBL)

Pemuda Pusaka Mandar Salogang Ikut Serta di Pameran Pusaka Bumi Lasinrang
HANDOVER
Dalam Rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas Pusaka Bumi Lasinrang mengundang tiga komunitas pusaka di Kabupaten Majene ikut serta mewakili Sulawesi Barat di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartwan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Dalam Rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas Pusaka Bumi Lasinrang mengundang tiga komunitas pusaka di Kabupaten Majene ikut serta mewakili Sulawesi Barat di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Ketiganya yakni Komunitas Pusaka Mandar Salogang, Sapukal, dan di Inditia.

Komunitas pusaka wakil Sulbar tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Pusaka Bumi Lasinrang (PBL)

Seperti yang diungkapkan oleh Dzulkifly yang mewakili Pusaka Mandar Salogang dalam rilisnya.

Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan panitia pelaksana PBL Mulai dari segi perawatan bilah pusakanya dan dijamin keamanannya, serta keutuhannya selama lima hari di Kabupaten Pinrang

"Kami cukup berterima kasih, bagi kami perhatian panitia itu sudah sangat cukup, kami pun senang bisa membawa pulang sedikit pelajaran dari pameran PBL, apalagi bisa bersilaturahmi sesama pecinta pusaka yang tidak banyak orang ketahui," ungkapnya dalam rilis, Selasa (14/8/2018).

Selain itu, ada pula pengalaman berharga yang dirasakan oleh Dzulkifly, Hady, dan Ayatullah selama mengikuti pameran pusaka.

Ketiga pemuda wakil pusaka Mandar Salogang merasa senang dengan kehadiran Andi Kumala Idjo yang digadang-gadang menjadi Raja Gowa sekaligus pemerhati pusaka yang dituakan di Kabupaten Gowa.

Ia mengaku kagum dengan lusaka yang ditampilkan komunitas Pusaka Mandar Salogang yang masih terjaga keasliannya, apalagi pusaka yang ditampilkan bukan pusaka yang baru dibuat.

Ia berpesan bahwa pusaka inilah yang akan menjadi warisan budaya kita nantinya, mengingat sudah banyak pusaka asli daerah yang keluar daerah bahkan keluar negeri khususnya yang ada di Sulawesi, sampai kita sendiri sulit mendapatkannya kembali.

"Maka dari itu mari kita bersama menjaga warisan budaya yang kita miliki menjadi ikon pusaka asli daerah kita," tegasnya.

"Ada pun mereka para kolektor pusaka yang di luar daerah ingin mengoleksi pusaka yang kita miliki, buatkanlah mereka duplikatnya untuk menjaga budaya kearifan lokal yang kita miliki," jelasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved