Pelajar Takalar Meninggal Setelah Imunisasi MR, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Sulsel

Informasi yang beredar di media sosial itu pun membuat Dinkes Sulsel membentuk tim dan turun langsung mencari tahu penyebab dugaan kematian itu.

Pelajar Takalar Meninggal Setelah Imunisasi MR, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Sulsel
HANDOVER
Plt Kadis Kesehatan Sulsel Dr dr Bahtiar Baso. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Plt Kadis Kesehatan Sulsel, dr Bahtiar Baso telah menerima kabar pelajar Takalar meninggal dunia diduga setelah diimunisasi measles rubella atau akrab disebut sebagai MR, Selasa (14/8/2018).

Informasi yang beredar di media sosial Facebook itu pun membuat Dinkes Sulsel membentuk tim dan turun langsung mencari tahu penyebab dugaan kematian itu.

Ttim independen dari Komda KIPI yang dikoordinatori dr Martira M, SpA(K).

Dr Bahtiar Baso, mengatakan dari hasil diagnosa tim dokter, kematian anak yang dimaksud itu, bukan disebabkan akibat imunisasi melainkan karena ada penyakit lain yang diderita.

Baca: Siswa di Takalar Meninggal Sepekan Setelah Imunisasi MR, Begini Reaksi Kadinkes

"Hasilnya anak yang bersangkutan bukan meninggal karena akibat di imunisasi, patut diduga ada penyakit yang diderita, karena sebelumnya ada perdarahan, tidak ada kaitan perdarahan dengan immunisasi vaksin MR," katanya.

Adapun temuan dari tim media ini, di duga anak tersebut sedang menderita penyakit demam berdarah.

Dr Baso menambahkan, masyarakat tidak mengaitkan setiap anak yang meninggal karena telah di vaksin MR.

Sederhana saja kata Baso, jika merasa sakit atau apapun ini kiranya seseorang bisa datang berobat ke rumah sakit. (sal)

Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help