Komisi Yudisial: Hakim Wajib Taati Kode Etik

Agar setiap hakim dapat menginternalisasi nilai-nilai dalam KEPPH, maka perlu pendidikan untuk membentuk karakter.

Komisi Yudisial: Hakim Wajib Taati Kode Etik
DARUL AMRI
KY menggelar Workshop bertajuk Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Yudisial (KY) RI meminta kepada semua hakim pengadilan untuk menaati kode etik dalam menjalankan tugas yudisialnya maupun di luar tugas kedinasannya.

Menurut Juru Bicara KY, Farid Wajdi, untuk membentengi agar tidak terjadi pelanggaran kode etik, KY telah melakukan peningkatan kapasitas hakim melalui pelatihan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) kepada hakim.

"Hakim perlu memahami dan menghayati KEPPH sebagai kerangka pikir dan dan tindakan mereka," kata Farid dalam rilisnya, Selasa (14/08/2018).

Agar setiap hakim dapat menginternalisasi nilai-nilai dalam KEPPH, maka perlu pendidikan untuk membentuk karakter.

Baca: Sebanyak Ini Laporan Hakim Bermasalah di Sulsel Diterima Komisi Yudisial

Ada dua jenis pelatihan KEPPH, yaitu pelatihan KEPPH bagi hakim dengan masa kerja 0-8 tahun dan 8-15 tahun.

Farid menyebutkan seak 2012-Agustus 2018, KY telah menyelenggarakan 16 kali pelatihan bagi hakim dengan masa kerja 0-8 tahun, dan 12 kali pelatihan KEPPH bagi hakim dengan masa kerja 8-15 tahun.

Jumlah keseluruhan hakim yang mengikuti pelatihan KEPPH ada 1.053 orang hakim.

Dengan rincian, yaitu 602 orang hakim mengikuti pelatihan dengan masa kerja 0-8 tahun dan 451 orang hakim mengikuti pelatihan dengan masa kerja 8-15 tahun.

Selain pelatihan KEPPH, KY juga menggelar pelatihan tematik untuk meningkatkan kemampuan hakim dalam penguasaan hukum, termasuk di dalamnya penerapan dan penemuan hukum.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help